SATELITNEWS.ID MAUK—Sejumlah nelayan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, mengeluhkan dangkalnya Dermaga Ketapang, sehingga sulit untuk melaut dan berdampak pada perekonomian para nelayan.
Salah satu nelayan di Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Alan mengatakan, akibat dangkalnya dermaga, membuat para nelayan kesulitan untuk pergi melaut, sehingga mengakibatkan penurunan ekonomi.
“Pendangkalan dermaga menjadi kendala kami, sehingga pendapatan menurun,” ujar Alan kepada Satelit News, Kamis (29/7).
Kata Alan, akibat dangkalnya dermaga dalam kurun waktu satu tahun, pihaknya hanya bisa pergi melaut 4 sampai 5 kali saja. Pasalnya, untuk pergi melaut harus menunggu air pasang.
“Setahun cuma bisa 4 sampai 5 bulan melaut. Karena laut dangkal, terutama di dermaga,” katanya.
Ditempat yang sama, Umed yang juga seorang nelayan berharap agar dermaga yang dangkal bisa dilakukan normalisasi. Sehingga aktivitas melaut para nelayan bisa berjalan dengan lancar.
Baca Juga: 13 Tahun Memimpin, Kades Tegal Kunir Lor Mauk Tak Pernah Absen Gelar Pesta Rakyat HUT RI
Kata dia, terkadang nelayan harus turun dari dermaga untuk mendorong perahu agar bisa bergerak, lantaran dangkalnya dermaga. “Kami minta kalau bisa dermaga yang dangkal dinormalisasi. Selain itu, kalau ada program pemerintah untuk nelayan tolong kami diberi sosialisasi,” harapnya.
Sementara itu, Camat Mauk Arief Rachman Hakim mengatakan, pendangkalan dermaga di Desa Ketapang tersebut diduga akibat banyaknya lumpur. Dia juga mengatakan bahwa dalam waktu dekat dermaga tersebut akan dilakukan normalisasi.
“Solusinya Dinas Binamarga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang akan melakukan normalisasi di dermaga,” ucap Arief.
Arif menuturkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui program unggulan Bupati Tangerang yang diberi nama Gerbang Mapan, akan membuat sentra-sentra kuliner di sekitar dermaga dan Pasar Ikan Ketapang.
“Tujuannya selain untuk menambah income nelayan, juga sebagai sarana pendukung pariwisata Ketapang Urban Aquaculture Mauk, atau biasa dikenal Taman Mangrove Ketapang,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























