SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Usaha kuliner di Kota Tangerang terus berkembang. Seperti bisnis katering yang terletak di Jalan Kakap 1 No 167, RT/ 05 RW 09, Kelurahan Karawaci Baru, Kecamatan Karawaci Kota Tangerang, Fitri Hernanik ini contohnya.
Membuka usaha katering sejak 2018, Fitri kini semakin kreatif menggali beragam ide. Bermula hanya dari katering, kemudian nasi rames lalu saat ini ia menambah menu lain yakni rice bowl dengan harga yang terjangkau.
“Tahun kedua usaha katering itu alhamdulillah mulai banyak permintaan, terus adanya pandemi hingga terjadi penurunan. Akhirnya saya buat nasi rames paket Rp 5.000, pas berjalan ternyata kurang diminati. Saya memutuskan untuk buat rice bowl seharga Rp 6.000, dari situ banyak pesenan lagi,” katanya.
Berbeda dengan katering yang menunya bisa dipilih sesuai keinginan, menu rice bowl sudah disediakan oleh perempuan yang berusia 24 tahun tersebut. Ia membuat paket Senin-Jumat yang di antaranya, Senin nasi kulit ayam sambal ulek, Selasa nasi sambal kentang telur orakarik, Rabu nasi sosis saos teriyaki, Kamis nasi kulit crispy, Jumat nasi bakso saos lada hitam. “Saya buka paket Senin sampai Jumat untuk rice bowl, jadi untuk menunya enggak bisa request,” tuturnya.
Dalam sebulan peminat dari rice bowl bahkan sampai 400 pcs, dengan omset Rp 6-7 juta. Ibu dari satu orang anak ini juga mengatakan selain keuntungan yang didapat cukup banyak, usaha ini juga bisa disebut sebagai ‘hobi yang dibayar’ baginya yang gemar memasak.
Ia mengatakan, kuliner atau makanan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Artinya makanan atau kuliner akan selalu dicari oleh orang-orang. Inilah salah satu latar belakangnya mencoba memanfaatkan peluang usaha katering rumahan. “Saya juga biasa bekerja, jadi pas punya anak ini berhenti. Dan milih katering rumahan biar ada kegiatan yang menghasilkan,” ungkapnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perkuat Pendampingan Pelaku Usaha Lewat Bimtek LKPM
Ia juga mengungkapkan awal membuka usaha katering rumahan hanya memerlukan modal sekitar Rp 200 ribu. Sebetulnya ia sudah merencanakan membuka stand di pinggir jalan tetapi terjeda. Dikarenakan waktu penjualan yang dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB akibat PPKM.
“Rencananya kan mau buka stand dari jam 05.00 WIB sore tapi sekarang lagi PPKM jadi enggak bisa sampai malem. Jadi ya udah tunggu PPKM berakhir dulu,” tukasnya.
Selain membuat rice bowl untuk menarik minat konsumen, ia juga melakukan promosi melalui media sosial yakni Instagram. Serta memiliki merek dagang yaitu Dapur Atiyya yang terjadi peningkatan penjualan pada hari Jumat. (mg03/made)




















