SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Komisi III DPRD Kabupaten Lebak rupanya tidak puas mendengar penjelasan Bulog Sub Dirve Lebak – Pandeglang terkait kondisi beras bantuan untuk PPKM yang tak layak konsumsi pada rapat dengar pendapat (RDP) belum lama ini. Untuk itu, komisi yang dipimpin Yayan Ridwan tersebut akan kembali mendalami fakta-fakta di balik kejadian itu.
Wakil Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lebak Acep Dimyati menegaskan apa yang disampaikan Bulog terbilang klasik. Karena, dilihat dari pendistribusian tersebut ada kesalahan yang sering terjadi.
“Pemaparan Bulog bahwa ada kesalahan dalam penyaluran terutama saat bongkar di Lebak Parahiang, itu sah-sah saja itu penjelasan Bulog. Tapi kan kami di lapangan melihat banyak beras yang kualitasnya tidak layak konsumsi,” kata Acep, Kamis (12/08/2021)
Tak cukup hanya mendapat penjelasan Bulog, DPRD kata Acep, akan menyelidiki lebih lanjut untuk mengetahui lebih dalam persoalan beras tak layak konsumsi yang diterima masyarakat. Termasuk, terkait beras dengan karung tidak berlabel.
“Kami perlu pendalaman untuk mengetahui masalah-masalah ini, hasil rapat kemarin kami laporkan ke pimpinan. Sesuai dengan kewenangan kami, kalau ini perlu ditindaklanjuti dengan panitia khusus (Pansus) ya kami pansuskan,” tegas Acep.
Satu hal yang menjadi pertanyaannya, jika Bulog menganggap seluruh beras yang didistribusikan (di luar Lebak Parahiang) dalam kondisi layak konsumsi, kenapa ketika ada masyarakat yang memprotes kualitas beras, Bulog langsung mengganti.
Baca Juga: Massa Desak Juwita Mundur dari Ketua DPRD Lebak
“Artinya Bulog mengakui kalau itu beras tidak layak konsumsi. Kalau memang layak konsumsi, buat apa Bulog mengeluarkan anggaran lagi untuk pendistribusian lagi?” tanya Acep.
Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, beras untuk membantu masyarakat di masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tak layak konsumi tidak hanya ditemukan di Desa Lebak Parahiang saja, melainkan di wilayah lainnya di Kabupaten Lebak lainnya. “Intinya kami aka kembali dalami kembali,”tegasnya.(mulyana)
























