SATELITNEWS.ID, LEBAK—Hingga berakhirnya program vaksinasi Covid-19 bagi masyarakat Suku Adat Baduy Lebak, tidak ada satu orang pun yang menyambangi lokasi vaksinasi. Padahal vaksinasi itu digelar selama tiga hari yakni dari 19 sampai 21 Agustus 2021 dengan target 180 orang masyarakat Baduy.
Selama tiga hari itu pula, tak seorang pun warga suku adat yang berlokasi Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar mendaftarkan diri untuk divaksin. “Iya, vaksinasi yang dilakukan selama tiga hari itu enggak ada warga Baduy yang divaksin,” kata Kepala Puskesmas Cisimeut, dr Maytri Nurmaningsih saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (23/08/2021)
Padahal, kata Maytri sebelum digelar vaksin pohalnya bersama nakes lainnya berikut Jaro Saja telah melakukan sosialisasi kepada warga Baduy agar mau mengikuti vaksinasi itu. “Yang sudah divaksin kurang dari 10 orang. Itu juga dari pihak Desa, Jaro berikut perangkatnya yang tidak lain merupakan warga luar Baduy. Kalau dari warga Baduynya belum ada,” ungkapnya.
Ia menuturkan, alasan warga Baduy tidak ingin mengikuti vaksinasi Covid-19 adalah karena masih takut dan ragu terhadap khasiat vaksin. Terlebih, katanya masih sedikit warga Baduy yang terpapar dari Covid-19.
Pihaknya sendiri mengaku sudah sering melakukan sosialisasi terhadap masyarakat adat. “Alasanya itu karena adat dan hanya ada dua orang yang terpapar Covid-19 itu juga sudah sembuh dan sehat kembali,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Jaro Saija mengungkapkan alasan mengapa masih sedikit warga Baduy yang menjalani vaksinasi covid-19 itu. Salah satu alasanya yaitu karena banyak warga Baduy yang termakan isu hoaks atau pemberitaan palsu yang memberitakan efek negatif dari vaksinasi Covid-19 itu. “Jadi sekarang akibat pemberitaan tersebut banyak warga yang enggan untuk divaksin. Kalau saya memaksa mereka justru saya yang salah,” terangnya.(mulyana)