SATELITNEWS.ID, SERANG–Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang, mulai mengoperasikan pasar emping yang berlokasi di Kecamatan Gunungsari, menjadi pasar rakyat. Keberadaannya, sudah lama tidak difungsikan.
Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana Perdagangan Diskoperindag Kabupaten Serang, Titi Purwitasari mengatakan, pasar tersebut sudah dioperasikan sejak Sabtu (21/8/2021) lalu. Ada 20 kios, yang saat ini sudah diisi pedagang. Terdiri dari pedagang sembako, emping dan ikan, hasil tangkapan warga setempat dari rawa danau.
“Pasar emping itu, semuanya ada 20 kios dan 15 los. Tapi yang siap berjualan, sebanyak 50 pedagang. Kalau untuk kios, semuanya sudah terisi,” kata Titi, Selasa (24/8/2021).
Menurutnya, pada awal dibuka omset pedagang belum optimal. Namun sekarang, omset pedagang sudah mulai ada peningkatan. “Laporan hari ini, sudah mulai banyak pembeli,” tuturnya.
Ia pun mengaku, optimis pasar rakyat tersebut kedepannya lebih ramai. Apalagi, para Kepala Desa (Kades) sekitar mengajak masyarakat untuk belanja ke sana.
“Memang prioritas pertama, difungsikan untuk masyarakat setempat,” tandasnya.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Titi mengungkapkan, pasar rakyat emping cukup lama sebelumnya tidak dipakai atau terbengkalai, setelah dibangun sekitar tahun 2016 silam. Oleh karena itu ia berharap, difungsikannya pasar tersebut bisa berlangsung lama.
“Mudah-mudahan dapat berfungsi seterusnya,” ujarnya.
Sementara, Kepala UPT Pasar Diskoperindag Kabupaten Serang, Mahyar mengatakan, pihaknya terus mencoba menawarkan kepada masyarakat Gunungsari, yang mau mengisi tempat di pasar tersebut, untuk berjualan secara gratis. Karena sekarang ini belum terisi penuh.
“Harapannya kedepan, setelah terbiasa berjualan, bisa seterusnya digunakan. Disarankan setiap hari buka,” ujar Mahyar.
Ditambahkannya, pedagang yang ingin berjualan di tempat tersebut, agar dapat memenuhi kebutuhan harian masyarakat setempat. Namun itu pun tidak menghilangkan peruntukan awal, yaitu berjualan emping.
“Hasil rapat dengan Muspika, 7 desa itu para Kepala Desanya siap “woro-woro” ke masyarakat, meminta berbelanja dan berjualan di pasar emping,” imbuhnya. (sidik)
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
























