SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Dinas Sosial (Dinsos) Pandeglang, mulai santuni anak yatim yang ditinggalkan orang tuanya (meninggal dunia) akibat Covid-19.
Dari total data 48 anak yatim yang ditinggalkan orang tuanya akibat terpapar Covid-19, secara simbolis santunan diberikan kepada 17 anak, terdiri dari 3 anak di Kecamatan Carita, dan 14 anak di Kecamatan Labuan.
Santunan diberikan langsung oleh Bupati Pandeglang, Irna Narulita, didampingi Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah, di kantor Kecamatan Carita dan Labuan, Senin (6/9/2021).
Kepala Dinsos Pandeglang, Nuriah mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap anak yang ditinggalkan orang tuanya meninggal akibat terpapar Covid-19.
Katanya, seluruh anak yatim dan piatu dampak Covid-19 itu, kurang lebih ada sebanyak 48 orang. “Itu data (48 orang,red) per hari ini. Data terus bergulir, karena masih dalam rekap petugas. Sebetulnya, hari ini (Senin) pendataan terakhir,” kata Nuriah, usai mendampingi Bupati Pandeglang memberikan santunan di Kecamatan Carita dan Labuan, Senin (6/9/2021).
Nanti anak-anak itu tambahnya, bakal diberi bantuan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos). Namun sebelum bantuan itu turun, terlebih dahulu Pemkab Pandeglang melaluinya memberikan santunan kepada anak-anak tersebut.
Baca Juga: Kepala Dinsos Pandeglang Tegaskan Tak Boleh ada Pemotongan Bansos
“Kalau dari Pemerintah Pusat, belum turun bantuannya. Namun tetap dari Pemkab Pandeglang juga ada, tadi secara simbolis diberikan langsung oleh ibu Bupati di Kecamatan Carita, ada tiga orang, dan di Kecamatan Labuan sebanyak 14 orang,” tambahnya.
Nantinya ujar Nuriah, bantuan dari Pemerintah Pusat itu disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak yatim tersebut. Misalkan ujarnya, untuk biaya pendidikan atau pakaian sekolahnya, hingga kebutuhan makannya dan sebagainya.
“Kalau dari kami, yang diberikan langsung oleh Ibu Bupati uang sebesar Rp500 ribu/orang dari APBD dan sembako, serta ada juga bantuan tali asih. Kalau untuk bayi, tentu saja bakal dipenuhi kebutuhan dasarnya,” tandasnya.
Sementara, Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengingatkan, untuk anak -anak yang orang tuanya meninggal dunia akibat Covid-19, janganlah bersedih dan berkecil hati. Sebab kata Irna, sebagai kepala daerah ia sudah menjadi orang tua bagi seluruh warganya.
“Kalian semua anak ibu (Irna,red), walau orang tua kandung kalian meninggal. Ibu ingin kalian terus beraktifitas, apa yang ibu bisa bantu akan ibu lakukan,” tegas Irna.
Ditambahkannya, dalam kondisi seperti ini sudah seharusnya pemerintah hadir untuk memberikan dukungan baik moril maupun materil. “Bantuan ini memang tak seberapa. Tapi ini rasa sayang ibu kepada semua anak ibu di Pandeglang,” imbuhnya. (nipal)
Baca Juga: Dinsos Pandeglang Klaim Sudah Salurkan Puluhan Ribu KKS
























