SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang, mengklaim telah menyalurkan puluhan ribu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).
Berdasarkan data By Name By Address (BNBA) dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kesejahteraan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia, Kabupaten Pandeglang menerima 99.820 KKS yang tersebar di 339 desa/kelurahan pada 35 kecamatan se-Kabupaten Pandeglang.
Dari angka tersebut diantaranya, 50.509 Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) disalurkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, 49.311 KKS lainnya, diberikan kepada warga penerima bantuan sembako.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Sosial Dinsos Pandeglang, Iik Ichromni mengungkapkan, dari total penerima, sebanyak 50.509 KKS disalurkan untuk Program Keluarga Harapan (PKH), sedangkan 49.311 KKS diperuntukkan bagi penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau sembako.
“Penyaluran dilakukan, sekitar 10 hari sampai 2 minggu. Teknisnya, langsung oleh Bank Mandiri sebagai bank Himbara yang ditunjuk pemerintah. Kami dari Dinsos, hanya mendampingi,” ungkap Iik, Rabu (24/9/2025).
Namun hingga saat ini, masih ada sekitar 6.000 KKS yang masih terganjal alias belum tersalurkan. Menurut Iik, hambatan terjadi karena penerima merupakan lansia, warga sakit, atau sedang berada di luar daerah.
“Untuk kasus seperti ini, pihak bank bersama pendamping akan melakukan penyaluran langsung ke rumah masing-masing, karena KKS tidak bisa diwakilkan atau dikuasakan,” tukasnya.
Iik menyebut, penyaluran awal dilakukan secara kolektif di kantor kecamatan. Namun cara itu dinilai tidak efektif, karena menimbulkan kerumunan ribuan warga.
“Hari pertama tidak maksimal, akhirnya dievaluasi. Selanjutnya jadwal diubah, penyaluran dilakukan di masing-masing desa agar lebih tertib,” pungkasnya.
Penyaluran KKS sendiri, berlangsung mulai 25 Agustus hingga 4 September 2025, dimulai dari beberapa kecamatan di zona 1, yakni Pandeglang, Carita, Labuan, Cibaliung, dan Pulosari.
Sebelum kartu dicetak dan disalurkan, Dinsos bersama pendamping PKH melakukan ground check berdasarkan data By Name By Address (BNBA) dari Kementerian Sosial. Proses verifikasi, dilakukan melalui aplikasi dan hasilnya langsung terintegrasi dengan pusat data Kemensos.
“Kami di daerah, hanya melakukan verifikasi lapangan. Yang menentukan, tetap Kementerian Sosial. Bahkan ada margin error data, sekitar 30 persen, sehingga verifikasi terus diperbarui agar lebih tepat sasaran,” tuturnya.
Penerima KKS, ditetapkan berdasarkan desil 1 hingga 3, bahkan bisa melebar ke desil 5 sesuai hasil verifikasi. Iik menegaskan KKS hanya bisa digunakan langsung oleh KPM, tidak boleh diwakilkan.
Adapun bantuan yang diterima berupa saldo yang bisa dicairkan di ATM atau digunakan untuk belanja kebutuhan pokok.
“Untuk PKH diharapkan bisa mendukung pendidikan anak, sementara BPNT atau sembako dipakai sesuai kebutuhan pangan keluarga,” ucapnya.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah penerima KKS di Pandeglang menurun kurang lebih sekitar 2.000 orang. Penurunan ini terjadi, karena hasil verifikasi terbaru menunjukkan sebagian penerima dinilai sudah tidak layak lagi mendapatkan bantuan.
“Kami berharap, bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Kalau dulu sembako berupa barang, sekarang sudah dalam bentuk uang tunai lewat kartu, jadi lebih fleksibel,” terangnya.
Sementara, seorang warga Pandeglang penerima KKS, Nurdin, mengaku terbantu dengan adanya program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Menurutnya, bantuan yang diterima keluarganya bisa meringankan kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat membantu. Penyalurannya juga sudah lebih lancar, karena sekarang dilakukan di desa, jadi tidak terlalu ramai seperti dulu,” akunya.
Nurdin berharap, program ini bisa terus berlanjut dan tepat sasaran agar warga yang benar-benar membutuhkan, dapat merasakan manfaatnya.
“Mudah-mudahan, ke depan semakin baik dan tidak ada lagi warga yang layak, tapi belum dapat bantuan,” imbuhnya.
Ia berjanji, uang tersebut akan dipergunakan sesuai peruntukannya. Karena, selama ini ia berharap bantuan tersebut bermanfaat, terutama bagi warga kurang mampu. (mardiana)