SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Kebakaran hebat yang terjadi di Blok C2 Narkoba Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas 1 A Tangerang mengakibatkan 44 warga binaan meninggal dunia. 41 meninggal di tempat karena tak sempat diselamatkan. Tiga orang lainnya meninggal setelah sempat dirawat di RSU Kabupaten Tangerang karena luka bakar di atas 80 persen.
Hal ini pun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Betapa tidak, korban meninggal dengan kondisi yang mengenaskan. Mereka yang meninggal mengalami luka bakar hingga 100 persen.
Sebagian masih ada yang tak menerima atas peristiwa ini yang merenggut nyawa anggota keluarganya. Namun, sebagai ada yang menerima. Seperti Andrew. Andrew merupakan anak dari korban yang meninggal, Timothy Jaya Bin Siswanto. “Kita baiknya doa sama-sama semoga yang terbaik,” ujarnya di RSU Kabupaten Tangerang saat mengurus pemulasaraan ayahnya, Kamis, (09/09/2021).
Diketahui, Timothy Jaya Bin Siswanto merupakan warga binaan kasus narkoba. Dia telah menjalani hukuman sembilan tahun dan Desember ini akan bebas. Sebenarnya, Timothy usai kejadian sempat dirawat di RSU Kabupaten Tangerang karena menderita luka bakar di sekujur tubuh di atas 80 persen. Namun, menghembuskan nafas terakhir.
“Di kesempatan kali ini saya ucapkan tidak menyalakan siapa siapa, termasuk menteri atau pemerintah,” kata Andrew. Dia menilai peristiwa ini merupakan suatu kecelakaan. Sekalipun masih tak percaya Andrew tetap berusaha tegar. “Saya menilai ini suatu kecelakaan, ini musibah yang semuanya tidak ada yang menginginkannya,”ucapnya.
“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih , mari kita dia sama-sama baik keluarga korban yang masih dirawat,” tambahnya. Timothy meninggal di hari yang sama dengan warga binaan lain yang juga sempat dirawat. Dua warga yang baru meninggal itu yakni Hadiyanto bin Ramli dan Adam Maulana bin Yusuf Hendra. (irfan)
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
























