SATELITNEWS.ID, SERANG–Tahun 2021, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang sedang berupaya menurunkan angka kasus stunting di 10 desa. Lantaran, hingga kini jumlahnya masih cukup tinggi.
Kepala Dinkes Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi mengatakan, berdasarkan data yang dimilikinya, lokus desa stunting tahun ini antara lain, Desa Kubang Baros Kematan Cinangka, Desa Sukaratu Kecamatan Cikeusal, Pasir Buyut Kecamatan Jawilan.
Kemudian Desa Pontang Kecamatan Pontang, Desa Bolang Kecamatan Lebakwangi, Desa Karang Kepuh Kecamatan Bojonegara, Desa Kragilan Kecamatan Kragilan, Desa Talaga Kecamatan Mancak, Desa Cikande Kecamatan Cikande dan Desa Bandulu Kecamatan Anyer.
“Jadi seluruhnya, masing masing ada 56 kasus stunting, 55 dan 148 kasus stunting. Tertinggi di Desa Kubang Baros, Kecamatan Cinangka,” kata Agus, Kamis (30/9/2021).
Katanya, prevalensi stunting adalah 33,47 persen dari jumlah anak balita. Oleh karena itu katanya, jika bicara 33,47 persen berarti dari 10 anak balita, ada tiga yang menderita stunting.
“Salah satunya penyebabnya, bisa karena memang pola asuh keluarga tidak mencukupi gizi, atau pada saat pertumbuhannya,’ tandasnya.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Serang Gelar Rakor P2P, Kumpulkan Lintas Sektor dan Lintas Program
Namun kata dia, untuk menurunkan kasus stunting tersebut, pihaknya terus melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT), maupun melakukan pengobatan.
“Kita upayakan untuk diturunkan angkanya,” ujarnya. (sidik)
