SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Diduga akibat ulah orang yang tak bertanggungjawab, jembatan gantung penghubung Desa Pasirloa, Kecamatan Sindangresmi dan Kampung Sawera, Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, ambrol.
Jembatan yang dibangun 5 tahun lalu, dengan menghabiskan anggaran ratusan juta rupiah itu, merupakan akses strategis yang digunakan masyarakat sekitar, walau masih ada akses lain sebagai penghubung.
Informasi yang dihimpun, ditemukan beberapa baut pengunci kawat seling jembatan hilang. Sehingga, mengakibatkan jembatan gantung penghubung 2 Desa dan 2 Kecamatan itu ambrol, Sabtu (16/10/2021).
Seorang anggota Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang, Padli Pauji Hidayat mengatakan, informasi dari warga sekitar jembatan itu putus pada Jumat (15/10/2021) malam.
“Informasinya, jembatan gantung itu putus sekitar pukul 23.00 WIB (Jumat,red) lalu,” kata Padli, Minggu (17/10/2021).
Katanya, ambrolnya jembatan gantung itu diduga karena faktor kesengajaan. Indikasinya, ada beberapa baut pengunci kawat seling jembatan yang hilang.
Baca Juga: Petani Gunung Karang Pandeglang Resah Akibat Harga Jual Sayuran Anjlok
“Usia bangunan jembatan itu masih baru (5 tahun,red). Masih sangat kuat, dan nggak begitu yakin kalau ambrol sendiri begitu saja,” tandasnya.
Sementara, Perangkat Desa Pasirloa, Gito, membenarkan kejadian ambrolnya jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Ciliman tersebut. Katanya, ditemukan beberapa bagian jembatan ada di tempat terpisah.
“Pihak Kepolisian juga sudah pantau ke lokasi. Belum ada informasi lebih lanjut. Sepertinya (dugaan,red) ada unsur kesengajaan dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Ditemukan bukti seperti kancing seling, baud-baud, sekitar 3 sampai 4 meter dari jembatan. Ada juga sebagian yang ditutupi daun talas,” pungkasnya, seraya mengaku, untuk membuktikannya menjadi ranah aparat kepolisian. (mardiana)
