Selasa, 29 September 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pengusaha Tangsel Terpaksa Perkecil Ukuran Tempe

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 15 Jun 2026 15:32 WIB
Rubrik Metro Tangerang
Pengusaha Tangsel Terpaksa Perkecil Ukuran Tempe
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELTNEWS. COM, TANGSEL—Aroma khas kedelai yang direbus masih memenuhi ruang produksi sederhana milik Yadi (48), seorang pengrajin tempe di kawasan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Di tempat itulah setiap hari kedelai impor diolah menjadi salah satu pangan favorit masyarakat Indonesia yakni tempe.

Proses pembuatan tempe di tempat Yadi sejak dahulu tidak berubah. Setelah memperoleh kedelai berkualitas, bahan baku tersebut dicuci hingga bersih sebelum melalui tahapan perebusan dan pengolahan. Selanjutnya, kedelai dimasukkan ke dalam plastik sesuai ukuran yang telah ditentukan, lalu disusun rapi di rak-rak fermentasi hingga siap dipasarkan.

Namun, di balik aktivitas yang tampak biasa itu, rupanya tersimpan kegelisahan akibat terus meningkatnya harga bahan baku kedelai yang dipicu menguatnya nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat.

Kenaikan harga kedelai impor membuat Yadi harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan. Di tengah daya beli masyarakat yang juga kebingungan naiknya harga-harga pangan, menaikkan harga jual pun harus penuh pertimbangan. Karena itu, ia memilih jalan tengah dengan memperkecil ukuran tempe yang dijual ke pelanggan.

“Pengaruhnya sangat terasa, sekarang bisa sampai sekitar 20 persen produksi menurun otomatis ke omzet. Untuk menyiasatinya, sementara ukuran tempe kami perkecil sejak harga kedelai melonjak,” ujar Yadi, Minggu (14/6).

Menurutnya, hampir seluruh kebutuhan kedelai untuk industri tempe nasional masih bergantung pada impor. Ketika dolar menguat terhadap rupiah, harga kedelai otomatis ikut terdongkrak. Kondisi tersebut langsung berdampak pada biaya produksi yang harus ditanggung para pengrajin.

Baca Juga: U-Turn Rawabuntu Mulai Diuji Coba, Titik Bisa Berubah Tergantung Hasil Evaluasi 3 Hari

Dampaknya tidak hanya pada ukuran produk, tetapi juga pada jumlah produksi harian. Jika sebelumnya Yadi mampu memproduksi lebih dari satu kuintal tempe setiap hari, kini kapasitas produksinya menurun cukup signifikan.

“Dalam satu hari biasanya produksi bisa sampai satu kuintal lebih, sekarang di bawah itu. Itu terjadi sudah hampir dua bulan,” katanya.

BeritaTerbaru

Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Fraksi Demokrat Setujui Perubahan APBD Kabupaten Tangerang 2026, Soroti SiLPA hingga Banjir

Senin, 28 Sep 2026 20:40 WIB
Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Sampah di Kali Sipon Cipondoh Bak Tak Pernah Berkesudahan

Senin, 28 Sep 2026 19:25 WIB
Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Bunuh Perempuan Muda di Ruko Cipondoh, Seorang Pria Dibekuk Polisi

Senin, 28 Sep 2026 18:34 WIB
Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban

Maulidur Rasul Fest 1448 H di Citra Raya, Perkuat Masjid sebagai Pusat Peradaban

Senin, 28 Sep 2026 17:26 WIB

Meski demikian, Yadi berusaha tetap memenuhi kebutuhan para pelanggan yang selama ini menjadi pasar utamanya, mulai dari rumah makan, warung sayur, hingga berbagai pelaku usaha kuliner yang mengandalkan tempe sebagai bahan makanan sehari-hari.

Bagi Yadi dan banyak pengrajin tempe lainnya, perubahan nilai tukar rupiah bukan sekadar angka. Pergerakan dolar secara langsung menentukan biaya produksi yang harus mereka keluarkan setiap hari. Ketika harga kedelai naik, keuntungan semakin menipis, sementara kebutuhan operasional dan distribusi tetap harus dipenuhi.

Di tengah kondisi tersebut, Yadi berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tekanan terhadap harga kedelai impor tidak semakin berat.

“Iya harapannya bisa seperti semula, pemerintah bisa menstabilkan dolar, Tolonglah dolar ini distabilkan seperti dahulu agar tidak terlalu pusing,” pungkasnya.

Baca Juga: Menteri PPPA Kecam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Terhadap Siswa di Tangsel

Terkait impor kedelai, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan pemerintah bakal mengucurkan subsidi untuk menekan harga kedelai yang selama ini masih impor. Zulhas mengatakan subsidi kedelai ini diberikan sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk 250.000 ton tahap pertama. Keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga di tengah perkembangan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar.

“Nah oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp 2.000 per kilogram. Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog,” ujarnya usai melakukan Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026) lalu.

Zulhas mengatakan keputusan untuk memberikan subsidi ini akan diproses lebih lanjut oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Keuangan. Keputusan ini pun kata Zulhas telah dilaporkan ke orang nomor satu di Indonesia.

“Selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan akan membuat surat ke sana, tapi ini sudah dilaporkan ke Bapak Presiden,” ujar Zulhas.(eko)

Tags: HARGAkedelaipengusahatangseltempe
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai
Headline

Antisipasi Banjir, Pemkot Tangerang Terus Normalisasi Sungai

Senin, 28 Sep 2026 17:21 WIB
Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih
Kabupaten Tangerang

Hujan Tak Kunjung Turun, 300 KK di Sodong Tigaraksa Krisis Air Bersih

Senin, 28 Sep 2026 17:07 WIB
Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi
Kabupaten Tangerang

Buka Porsadin VII Kabupaten Tangerang, Bupati Dorong Santri Berprestasi

Senin, 28 Sep 2026 16:59 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Minimnya Retribusi Sampah Disorot DPRD Tangsel, Ini Kata Benyamin Davnie

Senin, 28 Sep 2026 16:19 WIB
Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK
Kota Tangsel

Tahun Depan, Pemkot Tangsel Tetap Anggarkan Gaji 6.000 Lebih PPPK

Senin, 28 Sep 2026 16:08 WIB
Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta, 102 Calon Penerima Diverifikasi Dinsos Kota Tangerang
Kota Tangerang

Bantuan Modal Usaha Rp20 Juta, 102 Calon Penerima Diverifikasi Dinsos Kota Tangerang

Senin, 28 Sep 2026 15:40 WIB
Selamat dan Sukses Wisudawan wisudawati Universitas Muhammadiyah Tangerang
Ketua DPD HKTI Prov Banten Andra Soni
Pajak Daerah BAPENDA Tangerang Selatan
Selamat Memperingati HARHUBNAS 2026 DinHub Kab Tangerang

Berita Pilihan

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Pemkab Tangerang Raih Penghargaan TP2DD Terbaik Se-Jawa Bali

Kamis, 24 Sep 2026 19:46 WIB
PENYAMPAIAN MATERI -- Danramil 0101/Pandeglang Kapten Inf Dedi Bonar Sirait, menyampaikan materi wawasan kebangsaan dihadapan ratusan pelajar SMPN 1 Pandeglang, Senin (28/9/2026). (ISTIMEWA)

300 Pelajar SMPN 1 Pandeglang Diberi Materi Wawasan Kebangsaan

Senin, 28 Sep 2026 11:27 WIB
Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, DPRD "Mencak-mencak"

Bupati-Wabup Lebak Tak Nongol di Paripurna APBD 2027, Anggota DPRD “Mencak-mencak”

Senin, 28 Sep 2026 14:28 WIB
PENGAJIAN RUTIN -- Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, menghadiri pengajian rutin yang digelar di Ponpes Salafy ATH-Thohariyyah, Desa Sindanghayu, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

Bupati Dewi Sebut Ponpes Berperan Penting Dalam Membentuk Generasi Muda Berkarakter

Rabu, 23 Sep 2026 14:23 WIB
Musim Hujan Telat, El Nino Hingga Awal 2027

Musim Hujan Telat, El Nino Hingga Awal 2027

Selasa, 22 Sep 2026 17:03 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Home
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.