Senin, 15 Juni 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Pengusaha Tangsel Terpaksa Perkecil Ukuran Tempe

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 15 Jun 2026 15:32 WIB
Rubrik Metro Tangerang
seken h;
FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELTNEWS. COM, TANGSEL—Aroma khas kedelai yang direbus masih memenuhi ruang produksi sederhana milik Yadi (48), seorang pengrajin tempe di kawasan Pondok Betung, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Di tempat itulah setiap hari kedelai impor diolah menjadi salah satu pangan favorit masyarakat Indonesia yakni tempe.

Proses pembuatan tempe di tempat Yadi sejak dahulu tidak berubah. Setelah memperoleh kedelai berkualitas, bahan baku tersebut dicuci hingga bersih sebelum melalui tahapan perebusan dan pengolahan. Selanjutnya, kedelai dimasukkan ke dalam plastik sesuai ukuran yang telah ditentukan, lalu disusun rapi di rak-rak fermentasi hingga siap dipasarkan.

Namun, di balik aktivitas yang tampak biasa itu, rupanya tersimpan kegelisahan akibat terus meningkatnya harga bahan baku kedelai yang dipicu menguatnya nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat.

Kenaikan harga kedelai impor membuat Yadi harus memutar otak agar usahanya tetap berjalan. Di tengah daya beli masyarakat yang juga kebingungan naiknya harga-harga pangan, menaikkan harga jual pun harus penuh pertimbangan. Karena itu, ia memilih jalan tengah dengan memperkecil ukuran tempe yang dijual ke pelanggan.

“Pengaruhnya sangat terasa, sekarang bisa sampai sekitar 20 persen produksi menurun otomatis ke omzet. Untuk menyiasatinya, sementara ukuran tempe kami perkecil sejak harga kedelai melonjak,” ujar Yadi, Minggu (14/6).

Menurutnya, hampir seluruh kebutuhan kedelai untuk industri tempe nasional masih bergantung pada impor. Ketika dolar menguat terhadap rupiah, harga kedelai otomatis ikut terdongkrak. Kondisi tersebut langsung berdampak pada biaya produksi yang harus ditanggung para pengrajin.

Baca Juga: Deretan Kios di Pondok Aren Terbakar, Kerugian Rp1,5 Miliar

Dampaknya tidak hanya pada ukuran produk, tetapi juga pada jumlah produksi harian. Jika sebelumnya Yadi mampu memproduksi lebih dari satu kuintal tempe setiap hari, kini kapasitas produksinya menurun cukup signifikan.

“Dalam satu hari biasanya produksi bisa sampai satu kuintal lebih, sekarang di bawah itu. Itu terjadi sudah hampir dua bulan,” katanya.

BeritaTerbaru

Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS

Apresiasi Pendonor, Pemkab Tangerang Gratiskan Biaya Transfusi Darah di RS

Minggu, 14 Jun 2026 19:29 WIB
Warga Kompleks Ayodya Tangerang Keluhkan Pemutusan Air Bersih

Warga Kompleks Ayodya Tangerang Keluhkan Pemutusan Air Bersih

Minggu, 14 Jun 2026 16:55 WIB
Kak Herman dalam Kenangan: Membina, Mengabdi, dan Menginspirasi Anak Muda

Kak Herman dalam Kenangan: Membina, Mengabdi, dan Menginspirasi Anak Muda

Minggu, 14 Jun 2026 16:20 WIB
Kota Tangerang Pimpin Klasemen Sementara Popda Banten 2026

Kota Tangerang Pimpin Klasemen Sementara Popda Banten 2026

Minggu, 14 Jun 2026 16:08 WIB

Meski demikian, Yadi berusaha tetap memenuhi kebutuhan para pelanggan yang selama ini menjadi pasar utamanya, mulai dari rumah makan, warung sayur, hingga berbagai pelaku usaha kuliner yang mengandalkan tempe sebagai bahan makanan sehari-hari.

Bagi Yadi dan banyak pengrajin tempe lainnya, perubahan nilai tukar rupiah bukan sekadar angka. Pergerakan dolar secara langsung menentukan biaya produksi yang harus mereka keluarkan setiap hari. Ketika harga kedelai naik, keuntungan semakin menipis, sementara kebutuhan operasional dan distribusi tetap harus dipenuhi.

Di tengah kondisi tersebut, Yadi berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tekanan terhadap harga kedelai impor tidak semakin berat.

“Iya harapannya bisa seperti semula, pemerintah bisa menstabilkan dolar, Tolonglah dolar ini distabilkan seperti dahulu agar tidak terlalu pusing,” pungkasnya.

Baca Juga: Stok Beras 5,3 Juta Ton, Harga Pangan Bergerak Beragam

Terkait impor kedelai, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyampaikan pemerintah bakal mengucurkan subsidi untuk menekan harga kedelai yang selama ini masih impor. Zulhas mengatakan subsidi kedelai ini diberikan sebesar Rp 2.000 per kilogram untuk 250.000 ton tahap pertama. Keputusan tersebut merupakan arahan langsung Presiden agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga di tengah perkembangan ekonomi global dan pergerakan nilai tukar.

“Nah oleh karena itu tadi kita putuskan disubsidi Rp 2.000 per kilogram. Pemerintah menyediakan untuk 250.000 ton pertama melalui Bulog,” ujarnya usai melakukan Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan Harga Komoditas Pangan di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (9/6/2026) lalu.

Zulhas mengatakan keputusan untuk memberikan subsidi ini akan diproses lebih lanjut oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama Kementerian Keuangan. Keputusan ini pun kata Zulhas telah dilaporkan ke orang nomor satu di Indonesia.

“Selanjutnya tentu Menteri Perekonomian bersama Kementerian Keuangan akan membuat surat ke sana, tapi ini sudah dilaporkan ke Bapak Presiden,” ujar Zulhas.(eko)

Tags: HARGAkedelaipengusahatangseltempe
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Kecanduan Judol dan Bayar Pinjol, Karyawan di Ciputat Gelapkan 2 Mobil Showroom
Headline

Kecanduan Judol dan Bayar Pinjol, Karyawan di Ciputat Gelapkan 2 Mobil Showroom

Minggu, 14 Jun 2026 15:42 WIB
Gudang Obat Keras Ilegal di Kota Tangerang Terbongkar, 135 Ribu Butir Pil Disita Polisi
Headline

Gudang Obat Keras Ilegal di Kota Tangerang Terbongkar, 135 Ribu Butir Pil Disita Polisi

Minggu, 14 Jun 2026 14:17 WIB
IMG_20260614_105443
Kota Tangerang

PMI Kota Tangerang Gelar Cek Kesehatan dan Golongan Darah Gratis pada Hari Donor Darah Sedunia

Minggu, 14 Jun 2026 10:58 WIB
IMG_20260613_191707
Headline

Gagal Curi Mobil Boks, 2 Pelaku Ditangkap Polres Metro Tangerang

Sabtu, 13 Jun 2026 19:20 WIB
Ketua DPRD Usul Retribusi Sampah Terintegrasi dengan Tagihan PDAM
Headline

Cegah Tawuran Pelajar,DPRD Kota Tangerang Usulkan Satgas Khusus Awasi Medsos

Sabtu, 13 Jun 2026 18:33 WIB
Aklamasi, Didin Tohirudin Nakhodai PPP Kabupaten Tangerang Periode 2026–2031
Kabupaten Tangerang

Aklamasi, Didin Tohirudin Nakhodai PPP Kabupaten Tangerang Periode 2026–2031

Sabtu, 13 Jun 2026 17:17 WIB
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang
Dinkes Tangsel Selamat Idul Adha
DAMKAR Tangsel Selamat Idul Adha
BKPSDM Tangsel Selamat Idul Adha
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

IMG_20260611_123453

13 Pemuda Ditangkap Usai Bacok Pelajar di Cibodas Kota Tangerang

Kamis, 11 Jun 2026 12:38 WIB
IMG_20260613_181312

Kejagung Periksa Sony Sonjaya Terkait Permohonan JC Pekan Depan

Sabtu, 13 Jun 2026 18:17 WIB
Sinergi Hijau, Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk Targetkan Sejuta Pohon

Sinergi Hijau, Gerakan Banten Teduh Tangerang Sejuk Targetkan Sejuta Pohon

Sabtu, 13 Jun 2026 13:08 WIB
seken h;

Pengusaha Tangsel Terpaksa Perkecil Ukuran Tempe

Senin, 15 Jun 2026 15:32 WIB
MENINJAU JALAN : Gubernur Banten Andra Soni (kanan), didampingi Kepala Dinas PUPR Banten Arlan Marzan, meninjau jalan yang sudah dibangun melalui program Bang Andra, di Kabupaten Lebak. (ISTIMEWA)

Program Bang Andra Diklaim Perkuat Konektivitas Antar Desa

Minggu, 14 Jun 2026 16:05 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.