SATELITNEWS.ID, SERANG–Sebanyak 30 paguron atau perguruan pencak silat di Kabupaten Serang, menggelar pentas silat dan debus di tempat yang memiliki nilai sejarah.
Kegiatan yang digagas oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang tersebut, dilaksanakan dari mulai 3 sampai dengan 28 November.
Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dindikbud Kabupaten Serang, Beni Kusnandar mengatakan, yang ditampilkan oleh para paguron pada pentas ini diantaranya silat kaserangan sebagai silat khas serang, kemudian silat khas paguron masing – masing dan debus.
Tujuan diadakannya pentas silat dan debus tersebut, kata Beni, untuk membangkitkan ekonomi masyarakat, terutama para pelaku seni di pinggiran. Karena selama pandemi ini mereka tidak mempunyai pekerjaan sampingan yang lain.
“Selama ini kan mereka hampir dua tahun berdiam diri. Jadi saat ini mereka mulai lagi melek, mulai lagi beraktifitas, nah ini diharapkan kedepan makin membaik. Kami juga ingin coba membantu peningkatan ekonomi,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, ada beberapa tempat bersejarah yang dijadikan lokasi pentas. Diantaranya ada situs Bendung Lama Pamarayan, cagar budaya Danau Tasikardi dan danau Situ Terate.
Baca Juga: Lepas Kontingen Popda, Sekda Serang Zaldi Target Juara dan Disporapar Peringkat 6
Namun ia memastikan dalam pelaksanaannya semua paguron menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti membatasi orang yang hadir, menggunakan masker, menyiapkan handsanitizer, alat pengukur suhu dan dilakukan ditempat terbuka. Karena Covid-19 hingga saat ini masih ada.
“Kami tidak ingin kegiatan ini menjadi cluster baru. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Gugus Tugas Covid-19, kecamatan mana yang kira kira layak mengadakan pementasan ini,” tuturnya. (sidik)
