SATELITNEWS.ID, SERANG–Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri, curhat mengenai nasib guru non Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Serang, saat rapat bersama tim dari Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Republik Indonesia, Kamis (4/11/2021).
Entus mengungkapkan para pegawai non ASN tersebut selama ini sudah mengabdi cukup lama, bahkan hingga belasan tahun mengabdikan diri. Namun dari sisi gaji mereka masih jauh dari standar.
“Kami ingin ada mekanisme yang lebih menjamin keberadaan mereka untuk menjadi ASN. Jadi tuntutan teman teman pegawai non ASN ada dua, satu PPPK atau ASN murni dan kedua soal kesejahteraan,” kata Entus.
Entus berharap pemerintah pusat membuat kebijakan program PPPK dengan mengutamakan pegawai pegawai yang terdaftar di dinas pendidikan yang selama ini mengabdikan diri. Menurutnya, kalau bisa tidak usah diadakan tes lagi.
“Dilihat saja lama mereka pengabdian, dilihat saja dari kinerja mereka. Karena dengan mekanisme sekarang tidak ada jaminan mereka diterima, ada yang baru satu tahun keterima dan ada yang baru mendaftar keterima,” tuturnya.
Mantan Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang ini menilai, seleksi tersebut tidak adil.
“Ini mungkin sekaligus curhatan dari teman pegawai guru non ASN Kab. Serang,” kata Entus, kepada Asisten Deputi Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Kemenko PMK RI, Nancy Dian Anggraeni. (sidik)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
























