SATELITNEWS.ID, SLEMAN—Rasa percaya diri serta permainan kolektif membawa Persita memperoleh momen ajaibnya. Klub berjuluk Pendekar Cisadane itu berhasil mengalahkan The Guardian, julukan Bhayangkara FC dengan skor 2-1 pada laga perdana seri ketiga yang berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (18/11).
Pertandingan itu berlangsung tidak mudah karena Persita harus langsung beradu dengan pemuncak klasemen sementara. Tapi fakta tersebut tidak mengecilkan nyali dan tekad para Pendekar Cisadane untuk menunjukkan perjuangan terbaik mereka. Meski tidak diperkuat beberapa pemain seperti Adam Mitter, Dhika Bayangkara dan Alex Goncalves, skuad Persita membuktikan kemampuannya.
Dua gol Persita dicetak oleh Irsyad Maulana (25) dan Ahmad Nur Hardianto (81). Sementara gol Bhayangkara FC dicetak Dendy Sulistiawan di menit 79. Pertandingan ini diwarnai kartu merah Ezechiel Ndouasel pada menit ke-77.
Menanggapi kemenangan atas pemuncak klasemen itu, Pelatih Kepala Persita Widodo Cahyono Putro mengaku sudah menginstruksikan pemainnya untuk bermain agresif. Harrison Cardozo dkk diminta melakukan pressing sejak awal.
“Memang pertandingan tadi kita sudah menginstruksikan kepada pemain. Kita dari awal harus terus pressing mereka, menyerang. Dan ini sehingga di babak pertama tadi kita sudah bisa mencetak gol. Dan inilah kerja keras dan buah hasil dari para pemain,” ungkap Widodo usai pertandingan.
Ditanya apa rahasia bisa mengalahkan Bhayangkara FC, Widodo mengaku tidak memiliki trik khusus. Tapi memang tentu saja Persita sudah mempersiapkan analisa tim lawan. Selain itu, secara psikis pun, Widodo dan staff pelatih selalu menekankan pada para Pendekar untuk tidak percaya diri berlebihan. Semua harus tetap fokus berjuang, siapa pun lawannya.
“Tentunya ya kita menganalisis Bhayangkara ya. Itu nomor satu. Kedua juga menganalisa permainan kita juga. Di sepak bola liga kita ini tidak ada yang tidak mungkin. Semua saling mengalahkan ya kecuali mungkin Persib belum terkalahkan. Jadi saya kira kita lihat statistik Bhayangkara juga. Di awal-awal seri mereka kemarin seri kedua terjadi kekalahan ya. Jadi itu salah satu modal penting juga buat kita. Jadi pemain bisa percaya diri.”
“Dan penguasaan bola, itu yang lebih penting. Jadi kepercayaan diri itu tidak over confidence, tapi tetap kita percaya diri. Dan terbukti anak-anak bisa memainkan bola dan bisa menciptakan gol,” tambahnya lagi.
Dengan kemenangan ini, maka peringkat Persita sementara membaik. Meski masih banyak pertandingan lainnya yang belum dimainkan di Pekan Keduabelas BRI Liga 1 2021/2022 ini.
“Tentunya urutan enam, saya mengalir saja karena sepak bola itu nanti berkembang terus. Kesalahan-kesalahan kita terus perbaiki. Yang bagus kita terus tambah, yang salah kita perbaiki. Jadi kita mengalir saja,” ujar Widodo yang juga secara taktikal selalu mengetengahkan tiga unsur penting dalam sepak bola yang harus dikuasai anak asuhnya.
“Tentunya kita sepak bola itu kan ada tiga momen ya. Dari attack to defend, defend to attack dan transisi itu sendiri. Di mana kita sudah unggul, pasti lawan pun akan menekan kita. Dan tadi ada lawan menyamakan kedudukan, kita ada peluang untuk bisa mencetak gol, ciptakan gol. Jadi tidak menahan-nahan. Jadi inilah sepak bola ya. Ada bertahan, ada menyerang.”
Tak ada mimpi muluk-muluk yang dimiliki Persita. Sesuai target manajemen, Persita berharap bisa menyelesaikan kompetisi di peringkat 10 besar. Dan semua pemain berkontribusi serupa untuk mencapai target tersebut pastinya.
“Kami di awal dan manajemen sudah sepakat bahwa tim kita, tim Persita ini sedang berkembang. Dan yang dibidik itu infrastruktur dulu. Jadi kami mengalir saja di kompetisi dan tentunya bursa transfer nanti kita lihat lah. Kita lihat situasi yang berkembang. Tanpa striker asing itu yang selalu kami bicarakan dengan pemain. Bukan siapa yang mencetak gol tapi bagaimana tim ini bisa memenangkan pertandingan. Jadi itu filosofi kami di Persita,” cerita pelatih kelahiran Cilacap Barat ini.
Mengenai beberapa keputusan wasit yang dinilai tim lawan kontroversial, Widodo tak mau berkomentar banyak. “Saya kira samalah. Kalau kita berurut-urutan. Tadi kita ada diuntungkan ada dirugikan, Mereka juga begitu. Ada diuntungkan dirugikan, Biasalah. Biasanya tim yang kalah itu biasa begitu. Tapi kami di sini teruslah. Kita adalah bagian dari sepak bola Indonesia. Kami berusaha untuk menjaga supaya liga ini berjalan dengan baik. Kita juga setelah pertandingan tadi tidak ada masalah dengan official Bhayangkara kita salaman, kita biasa. Itulah sepak bola. Menguras emosional. Yang terpenting kita tidak berantem,”pungkasnya.
Sementara itu, penjaga gawang Try Hamdani Goentara yang di pertandingan ini tampil cemerlang, mempersembahkan kemenangan Persita untuk para supporter. “Ya alhamduillah puji syukur, tiga poin penting buat kami. Berkat kerja keras teman-teman dan instruksi pelatih kita jalankan dengan baik dari awal sampai menit akhir. Kemenangan ini juga modal buat kami yang baik buat di Series Tiga ini. Harapannya kita semoga selalu konsisten dan lebih baik buat mentap pertandingan selanjutnya Dan yang terakhir ini kemenangan kita persembahkan buat supporter di Tangerang dan di manapun. Karena berkat doa mereka, support mereka kita bisa memberikan kemenangan,”tandasnya. (gatot)