SATELITNEWS.ID, SERANG–Capaian vaksinasi warga ber KTP Kabupaten Serang, hingga kini masih rendah atau baru mencapai 57,06 persen. Jumlah tersebut, berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang, Agus Sukmayadi mengatakan, masih rendahnya capaian vaksinasi ini karena masih ada penolakan sebagian masyarakat.
Namun saat ini kata Agus, sedang dilakukan sweeping oleh aparatur Kecamatan, aparatur Desa sampai RT dan Puskesmas. “Capaian sampai Rabu (8/12/2021), berdasarkan data KPCPEN sebesar 57,06 persen,” kata Agus, Kamis (9/12/2021).
Menurut Agus, ada berbagai alasan yang disampaikan oleh masyarakat, misalnya merasa tidak pernah terkena covid-19 sehingga merasa tidak perlu divaksin, “Kekhawatiran terhadap kesehatan setelah divaksin, dan lainnya,” tuturnya.
Disinggung terkait target vaksinasi apakah bisa tercapai 70 persen hingga akhir Desember ini, Agus mengaku, sedang mengupayakan semaksimal mungkin. “Paling sedikit, kita bisa ke angka 60 persen,” ujarnya.
Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengatakan, sejak Maret 2021 ia sudah mendorong supaya bisa secepatnya vaksinasi mencapai target. Namun hingga saat ini, belum sesuai harapan.
Baca Juga: Lepas Atlet PON, Bupati Tatu Siap Rogoh Kantong Buat Bonus
“Sampai kemarin saya meminta tim dari Dinkes, OPD terkait, coba mengkaji banding dengan Kabupaten Tangerang, kebetulan saya bicara dengan pak Bupatinya. Di sana capaiannya tinggi, jadi berdasarkan NIK KTP itu 80 persen, dan berdasarkan vaksin yang diterima 70 persen,” ungkap Tatu.
Tatu meminta mereka untuk melihat, apa yang telah dilakukan di Kabupaten Tangerang. Sehingga, bisa diaplikasikan di Kabupaten Serang. “Kan kita sama-sama kabupaten, perangkatnya kan sama persis. Jadi supaya bisa dilaksanakan di sini, untuk mengejar beberapa waktu ini,” tandasnya.
Tatu mengaku, awalnya ia menargetkan capaian vaksinasi di Desember ini, 70 persen. Namun sekarang baru 57 persen, sehingga pesimis target tersebut bisa tercapai.
“Saya lihat, setiap hari laporan yang masuk ke saya dari Dinkes, pelaksanaan di Puskesmas, kecamatan, jauh dari optimal. Jadi mereka masih kecil, nah ini apa sinergi antara Puskesmas, Kecamatan dengan TNI Polri sudah bagus? Karena mereka juga kan punya perangkat nakes, vaksinator dan punya vaksin. Ini sedang di diskusikan sama sama, dan saya minta segera dilaksanakan di lapangan, tidak hanya diatas kertas,” imbuhnya. (sidik)
























