SATELITNEWS.ID, LEBAK—Nasib tragis menimpa M Arif Hidayat (23) seorang santri asal Ciangsana, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Ia meregang nyawa setelah kobong atau asrama pondok pesantren (ponpes) Darul Zawahiri di Kampung Cipendeuy, Desa Rangkasbitung Timur, Kecamatan Rangkasbitung yang ditempatinya diterpa material tebing longsor.
Informasi yang dihimpun, longsor terjadi saat hujan dengan intensitas lebat mengguyur Desa Rangkasbitung Timur dan sekitarnya sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, (10-11/12/2021). Dinding kobong Ponpes Darul Zawahir yang terbuat dari bilik bambu jebol diterjang longsor dari tebing yang jaraknya kurang lebih hanya 1 meter. Nahasnya, tak hanya merusak bangunan, longsor juga merenggut nyawa seorang santri yang sedang terlelap tidur di dalam kobong.
“Kejadiannya sekitar jam setengah 2 dini hari, Sabtu (11/12/2021). Korban meninggal dunia, tertimbun batu cadas longsor,” kata Kepala Desa Rangkasbitung Timur, Dedi Suhaedi kepada wartawan, Minggu (12/12/2021).

Korban M Arif Hidayat (23), kata Dedi merupakan Santri asal Ciangsana, Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar. Ia itu tewas di tempat setelah mengalami luka yang cukup parah di bagian tubuhnya akibat tertimpa puing longsor yang saat itu, Arif hanya sendirian. “Cuma satu orang. Iya meninggal di tempat. Untuk jasadnya sudah dibawa ke rumah duka,” ucap Dedi.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizky Pratama membernarkan adanya benvana longsor yang mengakibatkan seorang santri meninggal dunia akibat tertimpa puing longsor.
“Kembali saya mengingatkan agar masyarakat selalu waspada terhadap potensi banjir, angin kencang dan longsor jika hujan terjadi dengan intensitas yang lebat,” Febby mengingatkan. Tak hanya saat siang hari, kewaspadaan akan terjadi bencana menjadi perlu ditingkatkan oleh masyarakat juga saat malam hari.
Baca Juga: El Nino Mengancam, Polres Lebak Siapkan Sumur Bor
“Karena kita tidak tahu kapan bencana itu terjadi, terutama juga saat malam hari pada saat kondisi kita sedang lelah. Terutama memang karakter tanah di kita ya, setelah panas lalu diguyur hujan deras dapat memicu terjadi longsor,” imbuhnya.(mulyana)
























