SATELITNEWS.ID, PANDEGLANG–Polemik paska Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Kabupaten Pandeglang, masih terjadi. Terbukti, jalan umum di Desa Gerendong, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, ditutup oleh oknum yang diduga kalah saat Pilkades.
Jalan umum itu, ditutup menggunakan tumpukan batu. Sehingga, membuat aktivitas warga terganggu dan mengeluh, karena tumpukan batu tersebut menghalangi akses jalan yang selama ini menjadi lintasan warga setempat.
Seorang warga, Rahmat, membenarkan jalan di kampungnya ditutup. Ia juga menduga, hal itu dampak kekalahan Pilkades. Akibatnya, ia bersama warga lainnya merasa dirugikan. Karena kendaraan motor maupun mobil, tidak bisa melintas.
“Saya tahunya, batu-batu itu ditumpukan di tengah jalan sekitar jam 22.00 WIB (Sabtu,18/12/2021) malam lalu. Warga di sini terganggu, akses itu jalan satu-satunya yang digunakan warga,” kata Rahmat, Sabtu (18/12/2021).
“Saya tidak tahu siapa yang menutupnya. Intinya, mungkin karena sakit hati saat Pilkades lalu,” sambungnya.
Sementara, Kepala Desa (Kades) Gerendong, Romdoni, membenarkan penutupan akses jalan lingkungan tersebut. Akibatnya kata dia, tak sedikit masyarakat yang mengeluhkan penutupan jalan oleh oknum yang tak bertanggungjawab tersebut.
Baca Juga: Petani Gunung Karang Pandeglang Resah Akibat Harga Jual Sayuran Anjlok
“Sekarang, akses jalan tidak bisa dilintasi motor maupun mobil. Mungkin untuk motor bisa (memaksakan). Kalau mobil, sama sekali belum bisa,” ungkap Romdoni.
Ia mengaku, sudah berkoordinasi dengan semua pihak, Babinsa, Babinmas dan pihak Kecamatan Koroncong. Diketahuinya, persoalan itu terjadi, karena pemahaman sengketa lahan yang digunakan jalan tersebut.
“Saya sudah koordinasikan dengan Bhabinkamtibmas juga Babinsa di Desa Gerendong, serta pihak Kecamatan, untuk menyelesaikan sengketa lahan yang digunakan jalan lingkungan. Agar bisa mencari solusinya, dan jalan bisa kembali dilintasi oleh warga,” harapnya.
Sejauh ini, pihaknya bersama warga kerja bakti untuk menyingkirkan batu-batu itu. Sebab jika tidak, kasihan masyarakat yang mau beraktivitas. (nipal)
