SATELITNEWS.ID, LEBAK—Sejak dua tahun terakhir Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak terus mengalami kemerosotan capaian retribusi. Hal itu terjadi semenjak pandemi Covid-19 melanda yakni di tahun 2020-2021.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Lebak, Dedi Setiawan mengatakan, tidak tercapainya target retribusi merupakan imbas dari pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih melanda.
“Dari target Rp3 miliar, retribusi dalam periode 2 tahun tersebut tak lebih di angka 95 persen. Pada tahun 2020 hanya 92 persen dan di tahun 2021 juga berkurang hanya di angka 89 persen. Masih kurang dari target,” kata Dedi, belum lama ini.
Pandemi yang memukul sektor ekonomi membuat para pedagang mengeluh lantaran pendapatannya yang menurun. Tidak hanya dampak Covid-19, kondisi ini diperparah cuaca ekstrem yang mempengaruhi daya daya beli masyarakat salahsatunya akibat tingginya harga bahan pokok.
“Kami selalu berikan support dan motivasi agar para pedagang tidak menyerah dengan situasi itu. Tetap menjaga kesehatan dan mengikuti prokes serta vaksinasi,” ujar dia.
Untuk tahun 2022 ini, Disperindag Lebak belum menentukan target retribusi. Tetapi Dedi optimis, akan meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu, seiring dengan melemahnya penyebaran Covid-19 dan masyarakat yang sudah di vaksin. “Masih kami kaji berapa targetnya. Tapi kami tetap beroptimis bahwa capaian target di tahun 2022 dapat meningkat, karena diprediksi bahwa ekonomi pulih tahun ini,” katanya.
Baca Juga: Pembeli Pilih Belanja di Retail, Pedagang Minyak Goreng di Pasar Rangkasbitung Meradang
Kepala Disperindag Lebak Orok Sukmana menambahkan, retrebusi pasar yang dua tahun terakhir tidak mencapai target akibat pandemi Covid-19 yang melanda. Mengingat, dua tahun terakhir ini Covid-19 benar dampaknya dirasakan di sektor ekonomi.
“Kita tahu dua tahun terakhir masa puncak-puncak penyebaran Covid-19. Beberapa daerah melakukan pengetatan, pembatasan mobilitas bahkan hingga melakukan kebijakan lockdown sebagai upaya pencegahan Covid-19. Di tahun ini ekonomi mulai pulih maka diharapkan retrebusi pasar bisa kembali sesuai target,” pungkasnya.(mulyana)
























