SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Pemerintah akan melakukan renovasi terhadap bangunan yang rusak akibat gempa magnitudo (M) 6,6 di Sumur, Pandeglang, Jumat (14/1) lalu. Renovasi akan diprioritaskan untuk sarana prasarana sekolah sehingga kegiatan belajar mengajar dapat kembali dilaksanakan.
Rencana itu diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat memimpin Rapat Tingkat Menteri Penanganan Dampak Bencana Gempa Bumi Provinsi Banten secara virtual, Selasa (18/1).
“Saya melihat yang mendesak (untuk diperbaiki) sarana pendidikan dan sarana ibadah. Ini harus segera ditangani, apalagi sudah ada kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dari Kemendikbud,” ujar Muhadjir Effendy.
Berdasarkan laporan Bupati Pandeglang Irna Narulita dalam rapat, data saat ini mencatat 43 sekolah dan 15 sarana ibadah di Kabupaten Pandeglang mengalami dampak akibat bencana gempa bumi tersebut. Sedangkan di Kabupaten Lebak, menurut Bupati Iti Oktavia Jayabaya, total yang terdampak yaitu 22 sekolah, 35 madrasah dan 14 sarana ibadah.
“Yang jelas, sekolah dan madrasah akan kita utamakan untuk diperbaiki selain puskesmas dan sarana ibadah. Kita harus pastikan agar anak-anak jangan sampai terganggu belajar-mengajarnya,” tegas mantan Mendikbud tersebut.
Dia meminta kepada pihak-pihak terkait untuk dapat berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat guna mendata beberapa hal yang dibutuhkan termasuk kebutuhan alat bantu mengajar seperti papan tulis, jaringan internet, maupun wifi.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah
Namun selain prioritas perbaikan sarpras umum terutama sekolah dan madrasah, upaya rehabilitasi rekonstruksi juga diutamakan pada perbaikan sarpras peribadatan dan kesehatan.
Menko PMK menilai sejauh ini kementerian/lembaga diantaranya Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, BNPB, bersama Pemkab didukung TNI/Polri sudah melakukan langkah-langkah yang sangat baik dalam penanganan pasca gempa bumi di Provinsi Banten.
Ia mendukung beberapa usulan seperti yang diutarakan Bupati Pandeglang, yakni untuk dapat dilakukan relokasi terhadap beberapa Kepala Keluarga (KK) terdampak untuk dipindahkan ke tempat yang lebih aman dari lokasi pemukiman rentan bencana.
“Usulan bupati untuk relokasi ini akan kita perhatikan dan ini akan menjadi agenda kita ke depan untuk dibicarakan dengan kementerian terkait. Selain dengan KLHK soal lahan, juga perlu dengan BMKG apakah itu lokasinya rawan patahan atau tidak. Kalau sekiranya itu bisa mengancam tentu tidak perlu diambil,” tandas Menko PMK.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Mayjen Suharyanto mengatakan akan mengunjungi Pandeglang, untuk mengecek kembali lokasi terdampak gempa di sana. Suharyanto akan bertolak ke Pandeglang bersama Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin.
“Hari Kamis kami akan ke sana (Pandeglang) lagi dengan Bapak Wakil Presiden. Kami sudah memberikan BSB (Bantuan Sosial Beras) di sana,” kata Suharyanto saat rapat bersama Komisi VIII DPR di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/1).
Baca Juga: Aturan Baru MBG, Bos SPPG Wajib Standby Jam 02.00
Suharyanto menuturkan wilayah yang paling terdampak gempa di Sumur, Banten, ialah Pandeglang. Sementara beberapa rumah di Bogor ada yang terdata rusak.
“Yang terdampak Pandeglang. Serang relatif sedikit, Bogor ada beberapa rumah, tetapi seperti Depok itu tidak ada,” ujarnya.
Suharyanto mengatakan renovasi dilakukan tanpa perlu mengungsikan penghuni. Dia menyebut rumah yang rusak terdampak gempa rata-rata rumah tua.
“Kemudian nanti konsepnya karena tidak perlu relokasi dibangun di tanah itu sendiri. Tidak ada yang sampai harus pindah ke tempat lain. Rata-rata itu mereka yang rumah-rumah tua,” ucap Suharyanto.
Sebelumnya diberitakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten menyatakan hingga hari Senin pukul 09.00 WIB (17/1), 4 wilayah di Provinsi Banten terdampak gempa. Sebanyak 225 desa/kelurahan di 55 Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang terdampak gempa.
Data terakhir, kerusakan terjadi pada 2.531 rumah, 51 sekolah, 16 Puskesmas, 20 sarana ibadah, 4 kantor pemerintah, serta 3 tempat usaha. Dampak terluas di Kabupaten Pandeglang yang mencapai 163 desa/ kelurahan di 30 kecamatan. Sebanyak 2.244 rumah mengalami kerusakan. Selanjutnya 43 sekolah, 16 Puskesmas, 14 sarana ibadah, 3 kantor pemerintah, dan 3 tempat usaha mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Lebak, wilayah terdampak gempa tersebar di 55 desa/kelurahan pada 19 kecamatan. Sebanyak 274 rumah, 8 sekolah, 6 sarana ibadah, dan 1 kantor pemerintah mengalami kerusakan.
Di Kabupaten Serang, wilayah terdampak gempa di 5 desa/kelurahan pada 4 kecamatan. Sebanyak 10 rumah mengalami kerusakan. Sementara di Kabupaten Tangerang, wilayah terdampak gempa terjadi pada 2 desa/kelurahan di 2 Kecamatan. Sebanyak 3 rumah mengalami kerusakan. (gatot)
























