SATELITNEWS.ID,TANGERANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang menggelar vaksinasi booster atau dosis ketiga di Gedung Serba Guna (GSG) Pusat Pemkab Tangerang, Tigaraksa, Selasa (19/01/2022). Pada kesempatan itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan bahwa vaksinasi ini untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk varian Omicron. Maka dia menargetkan 700 orang divaksin booster perharinya.
Bupati Zaki mengatakan, kegiatan vaksinasi booster atau vaksinasi ketiga yang saat ini dilakukan di GSG Kabupaten Tangerang, juga dikakukan bersamaan dengan masyarakat umum di fasilitas kesehatan (Faskes) atau kantor kecamatan di wilayahnya masing-masing. Dia juga mengajak masyarakat untuk mendaftarkan diri ke Faskes agar mendapatkan vaksin ketiga booster, demi melindungi diri dari paparan Covis-19.
“Pelaksanaan ini bersamaan dengan vaksin booster untuk masyarakat umum juga di wilayah Kabupaten Tangerang. Untuk vaksinasi secara umum ditargetkan perharinya bisa mencapai 600-700 sasaran,” kata Zaki kepada Satelit News, Selasa (18/1).
Lanjut Zaki, pihaknya juga menargetkan vaksinasi untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), polisi, TNI dan kejaksaan bisa selesai pada Jumat (20/01) mendatang. “Vaksinasi ketiga untuk para petugas pelayanan masyarakat ASN, TNI, Polri dan Kejaksaan ditargetkan hari Jum’at akan segera selesai,” harapnya.
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho menambahkan, pelaksanaan vaksinasi booster atau dosis ketiga di GSG ini menyasar segmen para petugas yang bekerja di sektor pelayanan publik. Karena kata dia, petugas pelayanan publik adalah sektor yang sering berinteraksi dengan masyarakat.
“Agar sama-sama aman dan sama-sama sehat, petugas dan masyarakatnya,” tandas Zain.
Baca Juga: Proyek Hutan Bambu Dianggap Mubazir, Ini Penjelasan Pemkab Tangerang
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi, mengatakan pihaknya mendapatkan jatah vaksin booster dari Provinsi Banten sebanyak 90 ribu. Namun yang terpakai belum sampai 50 persen. “Vaksin yang terpakai oleh lansia sampai saat ini baru sekitar 2 ribu,” ungkap Hendra.
Hendra menyebutkan, belum maksimalnya target sasaran vaksin booster pada kelompok lansia itu, dikarenakan minat dari mereka untuk mendapatkan vaksin sangatlah sedikit.
Selain itu, Hendra mengaku pihaknya pun mengikuti kebijakan Bupati Tangerang untuk memberikan kepada kalangan masyarakat umum, dengan tujuan agar proses vaksin booster tidak terhenti dan terus berjalan dengan menggunakan dosis vaksin 90 ribu.
“Sebenarnya vaksin ini prioritasnya untuk lansia. Namun pada saat pelaksanaan vaksin ternyata minat lansia sangat sedikit, akhirnya kebijakan kita vaksin itu dipakai untuk usia 18 tahun ke atas,” ungkapnya.
Meski demikian, lanjut Hendra, banyaknya kendala yang membuat rendahnya capaian vaksinasi lansia. Salah satunya kata dia, karena banyak dari kelompok tersebut belum mendapatkan tiket atau belum sampai enam bulan dari penerimaan vaksin kedua.
“Ada juga mereka yang disuntik dengan usia 59 tahun dan boosternya sudah 60 tahun, sehingga mereka tidak masuk dalam kelompok lansia dan itu harus diperbaiki administrasinya,” katanya.
Baca Juga: Pemkab Tangerang Hibahkan Lahan, Pemprov Banten Bangun Gedung Sekolah
Hendra menjelaskan, upaya untuk mengejar target sebanyak 105 ribu lansia dari target yang sudah ditentukan. Maka pihaknya telah melakukan sistem jemput bola atau rumah ke rumah (door to door) ke para lansia untuk mendapatkan vaksin booster.
“Karena mereka itu memang susah untuk didatangi, sehingga kita lakukan secara door to door,” ungkapnya.
Menurut Hendra, jika vaksin jenis Pfizer ini harus segera disuntikan ke masyarakat, karena masa ketahanannya hanya satu bulan setelah diterima dari pendistribusian. “Jadi kita kalau hanya menunggu lansia saja itu takutnya keduluan kadaluarsa,” tandasnya. (alfian/aditya)
























