SATELITNEWS.ID, LEBAK—Kasus Covid-19 di Kabupaten Lebak mengalami kenaikan signifikan yakni mencapai 950 orang, tiga di antaranya meninggal dunia. Namun, kenaikan itu tidak berpengaruh pada level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Lebak masih di Level 2.
Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 9/ 2022 tentang Pemberlakukan PPKM Level 3, 2 dan 1 Corona Virus Disease 2019 di wilayah Jawa dan Bali. Tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Banten berstatus PPKM Level 3 di tengah lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. Hanya Kabupaten Lebak yang status PPKM nya berada pada level 2.
Asisten Daerah (Asda) II Pemkab Lebak yang juga anggota Satgas Covid-19, Ajis Suhendi menjelaskan, bahwa hal tersebut dikarenakan hasil asesmen yang beda antara Lebak dengan daerah lainnya.
“Hasil asesmen yang membedakan kita dengan kabupaten/kota lain di Banten adalah pada aspek kapasitas respon, khususnya di tingkat tracing. Kategori (tingkat tracing) kita sedang,” kata Ajis Kamis (10/02/2022).
Ajis menyebut, bahwa nilai asesmen Lebak 6,22 (sedang). Sama halnya dengan Lebak, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) juga punya nilai dengan kategori sedang, hanya yang membedakan adalah pada tingkat testing.
“Tangsel memang sedang tapi tingkat testingnya terbatas, kita sedang. Sementara, rasio tracing yang dilakukan tenaga kesehatan kita terhadap kontak erat per kasus konfirmasi relatif bagus,” kata Ajis menjelaskan.
Baca Juga: Di Bukit Sunyi Lebak, Ribuan Umat Katolik Datang Menitipkan Harapan di Goa Maria Kanada
Satgas kata Ajis, akan terus meningkatkan tracing kontak erat dari setiap kasus positif. Hal ini supaya kategorinya bukan lagi sedang, tetapi memadai. “Idealnya lebih dari 15 rasio kontak erat per kasus konfirmasi,” katanya.
Kendati demikian, di PPKM Level 2 ini sejumlah aturan ada namun ada kelonggaran. Pihaknya tetap mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lebak, untuk terus meningkatkan penerapan protokol kesehatan (prokes) sebagaimana yang telah dianjurkan oleh pemerintah sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19.
“Omicron sudah menjalar, maka kita harus mewaspadainya. Caranya, jangan bosan – bosan untuk menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker, menjaga jarak dari kerumunan serta rajin mencuci tangan di air mengalir,” tandasnya.(mulyana)
