SATELITNEWS.ID, SERANG–Sejumlah Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Serang, menghentikan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT). Hal itu, karena ada beberapa guru dan muridnya yang terkonfirmasi positif Covid-19.
Kepala Dindikbud Kabupaten Serang, Asep Nugrahajaya mengatakan, untuk SMP yang telah melapor untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) antara lain SMPN 2 Kragilan dari 7-12 februari 2022, SMPN 1 Cikande, SMPN 1 Ciruas 14-19 Februari, SMPN 1 Cinangka 3-15 Februari 2022, SMPN 2 Cikeusal 14-20 Februari 2022, SMPN 2 Anyar, SMPN 3 Ciruas, SMPN 2 Tunjungteja.
Kemudian SMPN 3 Kramatwatu 14-18 Februari 2022, SMPN 1 Kramatwatu 14-19 Februari 2022, SMPN 1 Jawilan 14-19 Februari 2022, SMPN 3 Cikande 15-19 Februari 2022, SMPN 2 Mancak 14-26 Februari 2022, SMPN SATAP Wirana Pasir 14-19 Februari 2022, SMPN 2 Ciruas 8-19 Februari 2022, SMPN 2 Waringinkurung 15-19 Februari 2022, SMPN 1 Mancak 15-22 Februari 2022 dan SMPN 2 Jawilan 15-19 Februari 2022.
“Itu gurunya yang positif, kalau siswanya belum ada laporan,” kata Asep, Senin (14/2/2022).
Sedangkan untuk SD, kata Asep, ada tiga sekolah yang PTMTnya ditutup. Salah satunya adalah, SDN Teras Bendung terhitung dari 14-16 Februari.
“Data pertama, itu yang positif siswa ada 1 dan guru ada 7. Tapi sekarang sudah lebih dari itu, sudah bertambah,” ujarnya.
Baca Juga: Anggaran MBG Terancam Dipangkas, Ditargetkan di Bawah Rp200 Triliun
Namun Asep menegaskan penutupan PTM ini sudah Sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri. Dimana jika terdapat minimal 3 orang terkonfirmasi positif, maka PTMT ditutup selama 14 hari, dan jika 1-2 orang terkonfirmasi positif maka PTMT ditutup selama 5 hari dan pembelajaran dialihkan menjadi PJJ atau BDR.
“Jadi ada aturan seperti itu, menyesuaikan saja, tapi kami tidak menutup seragam,” imbuhnya. (sidik)
























