SATELITNEWS.ID, CIPUTAT–Sebanyak 20 peserta lelang jabatan eselon II mengikuti tes kesehatan yang diselenggarakan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel bertempat di Klinik Kesehatan Pemkot Tangsel, Rabu (16/2). Tes kesehatan meliputi cek fisik hingga kesehatan jiwa. Sebelum mengikuti tes kesehatan, seluruh peserta lelang jabatan eselon II wajib melalui swab antigen terlebih dahulu.
“Tes kesehatan berlangsung dari Selasa (15/2) dan para peserta wajib tes swab antigen, jika hasilnya negatif mereka diperbolehkan mengikuti tahapan pemeriksaan kesehatan, jika positif mereka harus isoman,”ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medis Taupik Dipa Sempana, saat ditemui selepas
pemeriksaan kesehatan, kemarin.
Taupik menjelaskan, ada 20 peserta yang mengikuti tes ini untuk mengisi enam jabatan terdiri dari satu Inspektur dan lima Kepala Dinas.
Baca Juga: BNN Dorong Tes Urine ASN dan Pejabat Pemkab Lebak
“Pesertanya ada 20 orang dan antigen mereka semua negatif,” ujarnya.
Puluhan peserta tersebut, terdiri dari dua orang perempuan dan 18 laki-laki. Seluruhnya mengikuti rangkaian tes kesehatan.
”Hari Selasa difokuskan untuk pemeriksaan fisik. Yang pertama, mereka datang ke sini diwajibkan untuk membawa hasil antigen. Kalau negatif langsung dan positif enggak boleh datang. Kebetulan semua hasilnya negatif,” terangnya.
Baca Juga: Klaim Untuk Jaga Integritas, Seluruh Personel Polres Tangsel Jalani Tes Urine
Taupik menerangkan, tes kesehatan terdiri dari beberapa tahapan. Mulai dari pemeriksaan fisik, tes urine, darah, hingga kejiwaan atau rohani.
“Sebelum itu semua mereka diambil darah. Dibawa ke RSU untuk dibaca hasilnya. Ambil darah di sini, kan puasa ya. Setelah itu mereka makan dan dibagi dua kelompok. Ada 10 orang di atas tes MMPI (Minnesota Multiphasic Persinality Inventory) dan 10 lagi di bawah,” tuturnya.
Untuk pemeriksaan fisik, meliputi tinggi badan, berat badan, dan lain sebagainya.
“Untuk darah lengkap, mulai dari kolesterol, gula, asam urat, dan lain-lain. Serta elektrolit darah, seperti kaya natrium, kalium, dan lain lain. Karena natrium, kalium dan lain-lain itu juga berpengaruh tuh kepada fungsi jantung dan lain-lainnya,” terangnya.
Ia menuturkan untuk pemeriksaan kali ini, hasilnya telah diketahui dan dibacakan kepada seluruh peserta. Hasil tersebut, dibacakan secara privat kepada setiap peserta.
“Hasil keseluruhan pemeriksaan jasmani dan rohaninya pimpinan yang membacakan. Tapi so far, hasilnya bagus semua,” paparnya.
Meski, kata dia, ada beberapa masukan ihwal kesehatan yang perlu diperhatikan. Misalnya, harus rajin berolahraga, mengurangi rokok, dan lainnya.
“Termasuk MMPI kita dibacakan, misalnya bahwa Bapak secara rohani mungkin ada, misalnya panik atau apa. Mekanisme paniknya itu ada karena apa-apa. Cuman saya enggak ikuti, karena privat. Mereka berdua saja saat membacakan hasilnya itu,” katanya.
Ia memastikan, hasil tes kesehatan seluruh peserta lelang jabatan kali ini adalah baik seluruhnya.
“Bagus semua, enggak ada yang aneh-aneh. Jadi secara medis, fisik atau rohani semua layak menempati sebagai jabatan tersebut,” ungkapnya.
Berakhirnya tes kesehatan ini, membuat seluruh peserta harus mengikuti tahapan-tahapan selanjutnya.
Kepala Bidang Mutasi Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel, Muhamad Irlandy Nopan menuturkan, tahapan selanjutnya yang harus ditempuh para peserta adalah tes wawancara.
“Wawancara pada tanggal 23 dan 24 Februari, kemudian ada pengumuman tiga besar, hasil tiga besar ini dilaporkan ke Wali Kota dan ke KASN, lalu dari KASN terdapat rekomendasi, dan barulah dilaksanakan pelantikan oleh Pak Wali Kota,”ungkapnya.
Seluruh tahapan itu, kata Nopan, ditargetkan rampung pada awal Maret 2022 mendatang.
“Memang cepat saat ini, paling satu bulan setengah, kalau dulu sebelum pandemi bisa memakan dua sampai tiga bulan. Jadi memang target pelantikan itu dilaksanakan di Maret ini,”singkatnya. (irm/bnn/gatot)
























