SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Para perajin tahu tempe di Indonesia memang masih sangat tergantung kepada pasokan kedelai impor sebagai bahan baku. Untuk itu, ketika harganya naik, maka umumnya perajin juga kelimpungan.
Karenanya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, untuk menghadapi tingginya harga kedelai, diperlukan cara baru dengan menyiapkan alternatif bahan baku lain agar usaha tempe dan tahu bisa berkelanjutan di masa mendatang. Menurutnya, pengrajin bisa menggunakan substitusi pengganti kedelai dengan kacang koro pedang.
“Para pengrajin tahu tempe juga harus melakukan inovasi untuk mencari alternatif pengganti kedelai impor. Kami sedang menyiapkan substitusi bahan baku tahu dan tempe dengan kacang koro pedang,” ujar Teten.
Saat ini Kementerian Koperasi dan UKM tengah bekerja sama dengan para petani dari Kabupaten Sumedang mengembangkan pilot project budidaya kacang koro pedang yang telah dimulai sejak akhir Januari 2022. Dengan pengembangan ini, diharapkannya, nanti kacang koro pedang menjadi salah satu komoditas strategis penunjang ketahanan pangan di Indonesia.
Ketua Pengawas Pusat Koperasi Produsen Tempe Tahu (Puskopti) Handoko Mulyo menerangkan, selama ini bahan baku tahu dan tempe masih mengandalkan kedelai impor. “Sebagian besar impor dari Amerika dan China. Karenanya, pengrajin sangat kesulitan kalau harga di luar negeri sudah naik, walaupun sedikit. Karena, sampai ke Indonesia bisa lebih banyak kenaikannya,” kata Handok sebagaimana dikutip dari RM.id.
Ia menerangkan, fluktuatif harga kedelai impor ini sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir. Sejak saat itu, pengrajin yang tidak kreatif tidak mampu bertahan karena harga kedelai naik hingga Rp 13.000 per Kilogram (Kg). Harga tersebut jauh dari harga normal Rp 9.000 per Kg.
Puskopti sudah berbicara dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ketenagakerjaan, hingga Dewan Perwakilan Rakyat. “Namun, belum ada solusi menghentikan fluktuasi harga kedelai yang terlalu cepat ini,” kata Handoko kepada Rakyat Merdeka. Dia meminta Pemerintah segera turun tangan mengatur tata niaga kedelai. (made)