SATELITNEWS.ID, TANGSEL – Penderita Covid-19 diminta untuk tidak gegabah dalam menentukan tempat isolasi mandiri setelah dinyatakan terinveksi Covid-19.
Kepala Rumah Lawan Covid (RLC) Kota Tangerang Selatan Suhara Manullang, mengatakan, dalam melaksanakan Isoman, sejumlah persyaratan harus dijalankan oleh pasien Covid-19, agar niat isoman di rumah tidak menjadi masalah baru dan menularkan kepada anggota keluarga dirumah.
“Persyaratannya itu terjamin gak dia tidak menularkan ke yang lain? Harus ada sistem, misalnya harus punya kamar sendiri, kamar mandi sendiri, fasilitasnya juga sendiri. Mungkinkah itu dilaksanakan selama 10 hari?” ujar Suhara, Minggu (6/3/2022).
Selain itu, jika terjadi perburukan, apakah pasien Covid-19 yang Isoman di rumah telah siap melakukan rujukan ke Rumah Sakit? Jika persyaratan tersebut tidak dapat dipenuhi penderita Covid-19.
Dia menyarankan lebih baik Isoman di RLC yang berada di Tandon Ciater, Serpong. “Lebih baik isoman di RLC, lebih terjamin dan aman,” jelasnya.
Kendati demikian, selagi ruang Isoman di RLC masih kosong, siapapun pasien Covid-19 akan ditampung. “RLC selalu wellcome selagi ruang isolasi kosong. Kalau penuh harus menunggu daftar tunggu,” ujarnya.
Baca Juga: Jalankan Instruksi, Pemkab Tangerang Pilih Berlakukan WFH
Saat ini pemerintah telah mencanangkan di tahun 2024 mengakhiri pandemi menjadi endemi. Menurutnnya saat ini pasien di RLC jumlahnya mulai kembali menurun berkisar 50 orang perharinya. “Meski menurun, tapi ini tidak bisa menggambarkan angka positif di Kota Tangsel,” ujarnya.
Menurutnya, informasi yang diterimanya dari Dinas Kesehatan Kota Tangsel, ada 500 warga Kota Tangsel positif Covid-19. Namun, yang datang ke RLC hanya satu orang. Hampir 490 orang positif Covid-19 melakukan isoman di rumah mereka. “Tapi apakah betul 490 orang ini memenuhi syarat isoman dirumah?” ujarnya.
Sementara itu, pasien RLC Yaser mengatakan, gejala yang ia rasakan diawal terinveksi Covid-19 ialah meriang, batuk-batuk, menggigil dan pegal-pegal. Gejala ini merupakan gejala umum Covid-19 varian Omicron. Menurutnya, saat itu ia merasakan gejala yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
“Kalau meriang atau flu, ya saya pernah alami, tapi pas gejala covid-19 ini yang saya rasakan lebih parah,” ujarnya usai sembuh isoman 10 hari di RLC.
Yaser mengatakan, bahwa setelah berada di RLC, di hari pertama hingga hari keempat, ia masih merasakan gejala Covid-19 seperti batuk dan pilek. Kendati demikian, kondisi tubuhnya mulai membaik setelah diberikan vitamin dan obat-obatan, hingga dihari ke-10 ia dinyatakan bebas Covid-19.(jarkasih)
























