SATELITNEWS.ID, SERANG–Tumpukan sampah liar, masih terlihat dan berserakan mengotori Jalan KH. Abdul Latif, Kota Serang, tepatnya di depan TPU Panancangan. Sampah yang dibuang sembarang itu, diduga berasal dari sampah rumah tangga. Kamis (26/5/2022).
Tumpukan sampah itu terlihat hampir setiap hari, dan tidak enak dilihat oleh kasat mata. Padahal, dulunya sempat ditaruh tempat sampah agar tidak tercecer dipinggir jalan.
Seorang petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Umi (38) mengatakan, tumpukan sampah tersebut sudah lumayan lama. Dulunya disediakan bak sampah, untuk tempat pembuangan sementara, agar efektif.
Namun sekarang, malah semakin banyak warga yang ikut membuang sampah di situ. Sehingga tercecer di jalanan, mengakibatkan bau tak sedap dan mengundang penyakit.
“Dulu pernah ada kunjungan Wali Kota lewat ke daerah itu, lalu dibersihkan agar tidak membuang ke sini. Kalau bisa mah pak RT, atau kelurahannya ngomong langsung ke warga, agar tidak membuang sampah di sana. Berhubung warga sekitar tahunya ke sini, ya dibuang ke sini lagi. Setelah dibersihkan, juga jadi kebiasaan warga,” kata Umi, Kamis (26/5/2022).
Saat membersihkan sampah tersebut, petugas DLH biasanya menggunakan truk sampah. Para petugas ini setiap paginya membersihkan tumpukan sampah yang sudah tercecer dijalanan. Banyak saksi yang melihat, bukan hanya warga sekitar saja.
Baca Juga: 1.800 Masker Gratis Dibagikan Kepada Pengendara di Kota Serang dan Cilegon
“Bukan hanya sampah warga setempat, tetapi ada juga warga luar yang sengaja membuang ke situ, saat mau ke Pasar Rau. Malam hari biasanya, bahkan siang juga ada,” aku Ismail, Pengawas DLH.
Ditambahkannya, pemerintah setempat sudah tegas melarang membuang sampahdi lokasi tersebut. Tetapi warga, tetap membuangnya di sana. Ditambah lagi, banyak warga yang tidak kebagian untuk membuang sampah ke tempat pembuangan sementara. Akhirnya, dibiarkan berserakan dan menumpuk.
“Saya sudah berusaha keras mengingatkan warga, agar tidak membuang dan membiarkannyaberserakan disitu. Tetapi, warga juga bingung kalau tidak kebagian tempat pembuangan sampak sementara. Akhirnya, mereka membuang ke situ dengan ditumpuk, dan tercecer di pinggir jalan,” tandas Ismail. (mg2)
























