SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Jakarta I menilai tingkat konsumsi ikan di Tangerang Raya secara umum masih di bawah rata-rata nasional. Bila rerata nasional tingkat konsumsi ikan adalah 51 persen, maka di Tangerang justru baru mencapai 41 persen saja.
Hal ini berimbas pada tingginya angka stunting yakni 8,5 persen di wilayah yang berbatasan langsung dengan ibu kota negara ini. “Inikan masih memprihatikan,” ujar Plt Kepala BKIPM Jakarta I, Hari Maryadi kepada wartawan usai kegiatan pembagian ikan sehat secara simbolis di Gedung Al Amanah, Puspem Kota Tangerang, Kamis (09/06).
Untuk itu, Hari menilai, pekerjaan rumah atau PR pemerintah khususnya di Tangerang saat ini adalah meningkatkan tingkat konsumsi ikan masyarakatnya. “Ini agar masyarkaat gemar makan ikan,” jelasnya. Dengan makan ikan yang sehat lanjutnya maka tingkat stunting bisa diturunkan. “Dengan makan ikan, diharapkan gizi akan terpenuhi sehingga stunting turun,” ujarnya.
Diketahui, BKIPM Jakarta I membagikan 1,5 ton ikan sehat dan bermutu, untuk sekitar 300 keluarga di 13 kecamatan. Ikan-ikan ini merupakan CSR dari sederet perusahaan yang melakukan perjalanan bisnis atau perdagangan ikan dari satu daerah ke daerah lainnya, melalui BKIPM. Masing-masing keluarga menerima ikan sehat dan bermutu sekitar 3 Kg.
“Ini menjadi tugas lain dari BKIPM, namun kita tekuni sebagai gerakan sosial, peduli akan peningkatan gizi keluarga Indonesia, tak terkecuali Kota Tangerang. Melalui pembagian ikan ini, ratusan keluarga Kota Tangerang mengetahui tekstur, jenis dan rasa ikan yang sehat bermutu. Sehingga, selanjutnya bisa membeli ikan yang berkualitas untuk keluarganya,” ungkap Hari.
Ia pun menjelaskan, diharapkan kegiatan ini dapat berdampak positif dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan ikan, mutu dan keamanan hasil perikanan serta keamanan hayati ikan. “Dengan adanya bantuan ini tercukupinya kebutuhan Protein masyarakat, serta tetap berputar roda perekonomian pelaku usaha perikanan, pembudidaya serta suplier bidang perikanan karena produk mereka dapat dipasarkan,” katanya.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Imbau Warga Waspada Abu Vulkanik GAK
“Semoga aksi sosial ini dapat dirasakan secara nyata manfaatnya oleh warga Kota Tangerang, serta menjadi barokah bagi para pengusaha. Terpenting, mendorong peningkatan gizi keluarga, gizi yang bagus serta fisik yang kuat,” tambahnya.
Sementara, Wali kota Tangerang Arief R Wismansyah mengajak masyarakat untuk lebih banyak makan ikan. Arief juga menuturkan untuk mewujudkan masyarakat Kota Tangerang yang sehat dan cerdas masyarakat perlu mengonsumsi ikan sehat, bermutu dan aman dikonsumsi.
“Saya mengajak kepada masyarakat Kota Tangerang untuk makan ikan, karena ikan memiliki protein yang cukup tinggi untuk meningkatkan kecerdasan dan kesehatan untuk taraf hidup masyarakat yang lebih baik,” papar Arief.
Lebih lanjut, dia juga mengungkapkan Pemerintah Kota Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat cara berternak ikan baik untuk dikonsumsi maupun untuk diperjual belikan sampai informasi pentingnya gizi pada ikan.
“Karena memang di Kota Tangerang tidak kekurangan tempat empangnya banyak, bisa disambi juga dengan menanam sayuran seperti kangkung dan sebagainya,” terang Arief. Dia juga meminta kepada para warga yang diundang dalam pembagian ikan Sehat ini bisa lebih kreatif dalam mengolah ikan untuk makanan sehari – hari. “Jangan cuma dipepes aja ikannya nanti, tapi dikreasikan supaya anak – anak kita juga gemar makan ikan,” ujar Arief. (made)
























