SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Kabupaten Tangerang meminta Bupati Tangerang menolak aturan penghapusan tenaga honorer yang diterbitkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB).
Desakan itu disampaikan saat audiensi antara honorer dan Bupati Tangerang Zaki Iskandar di Ruang Rapat Wareng, Gedung Setda Kabupaten Tangerang, Kamis (23/6).
Ketua FHK2I Kabupaten Tangerang, Jahrudin mengatakan, pihaknya bersama teman-teman honorer melakukan audiensi bersama Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Ruang Wareng, Gedung Setda Pemerintahan Kabupaten Tangerang, untuk meminta agar Bupati Tangerang menolak aturan Menpan RB yang berencana untuk menghapus tenaga honorer di tahun 2023 mendatang.
“Intinya kami meminta agar Pemerintah Daerah mendukung dan mendengar aspirasi dari para honorer, yang menolak adanya penghapusan tenaga honorer. Tadi juga saat audiensi bupati setuju,” katanya.
Menurut Jahrudin, tenaga honorer di Kabupaten Tangerang sebanyak 16.000 dan yang telah menjadi K2 hanya 600. Maka dari itu, dia meminta agar Pemerintah Daerah mau memikirkan nasib para tenaga honorer.
Dia juga akan terus melakukan penolakan terhadap aturan yang menghapus tenaga honorer tersebut.
“Total semuanya ada 16.000. Namun yang sudah K2 hanya 600 saja. Intinya kita akan terus melakukan penolakan,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), juga telah bersurat kepada Pj Gubernur, tujuannya meminta untuk melakukan revisi peraturan yang menghapus tenaga honorer. “Kita sudah meminta agar peraturan itu dilakukan revisi kembali,” katanya.
Baca Juga: Mendagri Peringatkan Pemda, Stop Rekrut Honorer
Lanjut Zaki, pihaknya melalui asosiasi Pemerintah Kabupaten-Kota juga akan menyampaikan keluhan para honorer kepada Pemerintah Pusat, terkait penghapusan tenaga honorer. Ditambah, kata Zaki, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang juga dinilai masih sangat memerlukan para tenaga honorer.
“Ditambah, kita juga masih sangat memerlukan tenaga para honorer,” tukasnya. (alfian/aditya)
























