SATELITNEWS.ID, LEBAK—Pergantian cuaca dari musim penghujan ke musim kemarau atau pancaroba mulai terjadi di Kabupaten Lebak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak yang ditimbulkan dari cuaca tersebut. Salah satunya potensi kekeringan.
Di awal bulan Julai 2022, wilayah Rangkasbitung dan sekitarnya mulai dilanda cuaca panas, setelah sebelumnya kerap dilanda hujan yang disertai angin dan petir. Artinya, ada perubahan cuaca dari penghujan ke cuaca panas.
“Ya (pancaroba) biasa berdampak. Oleh karenanya saya mengimbau masyarakat untuk mewaspadai dampak dari perubahan cuaca itu. Salah satunya potensi kekeringan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Lebak Febby Fizki Pratama, Minggu (10/07/2022).
Kabupaten Lebak, salah satu kabupaten yang memiliki luas wilayah terluas di antara kabupaten/kota di Provinsi Banten ini, kata Febby jika melihat siklus dari penghujan ke kemarau biasanya kekeringan yang melanda Lebak. “Krisis air bersih, biasa kerap terjadi di Lebak saat musim kemarau tiba. Tidak hanya mengimbau kebutuhan manusia akan tetapi juga kepada pertanian,” ujar Febby.
“Langkah mengantisipasi kekeringan, biasanya kita ambil langkah melakukan pendistribusian air bersih bagi warga yang membutuhkan. Tapi kita harap masyarakat untuk mewaspadai potensi kekeringan,” imbuhnya.
Senada dikatakan Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak, Firman Rahmatullah. Selain potensi kekeringan, perubahan cuaca dari penghujan ke musim kemarau juga berpotensi menimbulkan penyakit menyerang manusia. Di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), seperti batuk pilek, influenza dan bronkitis.
Baca Juga: DPRD Kota Tangerang Dorong Penyediaan Air Bersih dan Salat Istisqa
“Betul dampak perubahan cuaca salah satunya ISPA. Maka saya harap masyarakat bisa mewaspadainya, dengan cara mencuci tangan secara teratur, terutama setelah beraktivitas di tempat umum, hindari menyentuh wajah, terutama bagian mulut, hidung dan mata, gunakan sapu tangan atau tisu untuk menutup mulut ketika bersin atau batuk, agar penyakit tidak menyebar ke orang lain,” pungkasnya.(mulyana)
























