SATELITNEWS.ID, SERANG – Ali Suryaman, warga Benggala Perapatan RT 05/RW 09, Cipare, Kota Serang, terpaksa menolak secara halus permintaan pengusaha asal Timur Tengah, yang siap membeli Kerupuk Baso hasil produksinya dalam jumlah banyak, melalui mekanisme ekspor.
Meskipun Ali meyakini, kesempatan itu belum tentu akan datang kembali. Namun, karena persyaratan administrasi ekspor yang cukup sulit baginya, sehingga ia lebih memilih mengurungkan permintaan itu.
“Persyaratan ekspor itu yang masih menjadi kendala. Dari pada nanti saya mengecewakan, lebih baik sejak awal ditegaskan,” kata Ali, Minggu (21/8/2022).
Diakui Ali, permintaan Kerupuk Baso itu juga sebelumnya sudah ada dari pengusaha asal luar negeri, seperti Qatar, Turki, sampai Jeddah. Mereka datang langsung ke rumahnya, atas arahan dari Pemprov Banten.
“Tapi, gimana lagi. Persyaratannya ribet, jadi saya belum bisa ekspor,” tandasnya.
Meskipun begitu, produknya sudah tersebar ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jawa Barat, Bali, Nias, Kalimantan Selatan, Surabaya. Tak hanya kerupuk baso, tapi ada lima macam produk lain yang banyak peminatnya.
Baca Juga: Gubernur Andra Soni Sebut UMKM Jadi Penggerak Perekonomian Masyarakat
“Selain kerupuk baso, ada juga kerupuk wortel, kerupuk lele, kerupuk jantung pisang, kerupuk tutut, sama kerupuk kerang. Untuk harganya, kisaran Rp. 10 ribu hingga Rp. 35 ribu per kemasan yang ukuranya 100-500 gram,”ujarnya.
Ia menambahkan, saat pandemi produk usahanya menurun. Bahkan, ia terpaksa memberhentikan tiga karyawannya. Dan usahanya yang dimulai sejak 2019 ini, harus melibatkan anggota keluarganya untuk kelancaran produksi.
“Saat ini, saya memasarkan produknya lewat reseller yang pesan ke rumah produksinya,” ujarnya.
Ditegaskan Ali, usaha yang dirintisnya itu murni oleh Ia seorang diri, tanpa ada pendampingan dari Pemkot Serang maupun Pemprov Banten. Atau bahkan bantuan UMKM selama Pandemi Covid-19 kemarin, Ali tidak pernah mendapatkannya.
“Padahal kalau dilihat dari minat beli masyarakat, produk saya ini sudah banyak peminatnya,” pungkasnya.
Ali berharap, pemerintah bisa lebih peka terhadap usaha yang ia geluti ini, atau setidaknya ada dorongan yang diberikan pemerintah untuk mengembangkan usahanya.
Baca Juga: Nasib Malang Rupiah
“Saya yang benar-benar pelaku UMKM tapi gak dapat bantuan. Tapi saya tetap optimis, produk saya banyak yang minat dan suka,” ujarnya. (mg2)
























