SATELITNEWS.ID, TANGERANG—Trotoar di kawasan Pusat Pemerintah Kota Tangerang ambles sepanjang 20 meter. Lokasi yang berada di Jalan Satria Sudirman ini membuat pejalan kaki sulit melewatinya. Pasalnya, badan trotoar yang menggunakan paving blok itu mengalami kerusakan.
Salah seorang pejalan kaki, Edi Saputra (50) menilai, kondisi trotoar yang rusak itu sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Apalagi, kata dia, untuk penyandang disabilitas, sebab jalur khusus difabel pada trotoar itu turut ambles. “Ini sangat membahayakan bagi pengguna jalan, apalagi untuk difabel. Ini kan baru tahun kemarin diganti trotoarnya, sekarang udah rusak lagi,” ujarnya, Selasa (20/09/2022).
Dia pun menyesalkan kondisi itu. Apalagi, dengan perbaikan yang tergolong masih baru. “Yah kalau rusak begini kan kesannya mubazir. Harusnya kan kita sebagai masyarakat menikmati fasilitas yang layak, bukan rusak,” jelasnya. “Ngerjain itu asal- asalan, seharusnya kan benar- benar harus dipadatkan bawahnya. Proyek itu asal asalan, yang penting waktu difotonya bagus laporan,” tudingnya.
Sementara itu, seorang petugas kebersihan di Jalan Satria Sudirman, Aan Srihana mengatakan, trotoar itu telah mengalami kerusakan sejak 6 bulan lalu. “Sudah hampir enam bulan kondisi rusak begini, saya kan sering nyapu di sini, jadi saya tahu. Sempat kan itu diperbaiki tahun lalu, terus sekarang rusak lagi,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang Ruta Ireng Wicaksono mengatakan, panjang trotoar yang rusak itu mencapai 20 meter dan tengah mengkaji penyebab kerusakannya. “Makanya ini kan belum lama (ada perbaikan), terus sekarang ada kejadian seperti ini, nah itu kita cek dulu penyebabnya,” kata Ruta Selasa (20/09/2022).
Masih kata Ruta, perusahaan rekanan yang mengerjakan proyek tersebut pada 2021 itu pun turut dilibatkan untuk mencari tahu penyebab ambrolnya trotoar tersebut. “Kita juga akan kontak dia (perusahaan rekanan) dan dia nanti kita minta perbaikan,” ucapnya.
Baca Juga: Bendungan Polor Cipondoh Dinilai Perlu Dievaluasi
Selain mencari tahu penyebab kerusakan, DPUPR juga tengah mengecek dampak dari amblesnya paving blok pada trotoar tersebut. Pasalnya, trotoar tersebut membawahi saluran air dan saluran utilitas kabel. Setelah penyebab kerusakan sudah diketahui, maka tahap selanjutnya ialah perbaikan pada trotoar yang rusak. “Kita cek dulu apakah ada saluran yang bocor atau tidak. Jadi posisi saluran air itu ada di luar trotoar bagian kanan, tapi di bawah badan trotoar itu ada saluran utilitas kabel, nah itu kita cek apakah penyebabnya itu atau ada yang lain,” pungkasnya. (mg03)
