SATELIT NEWS.COM, KAB SERANG—Mantan Ketua DPC PPP Kabupaten Serang, Heri Azhari secara terang terangan menyatakan sikap pindah ke Partai Golkar. Mantan anggota DPRD Kabupaten Serang dua periode tersebut sebelumnya mundur dari jabatannya di partai berlambang Ka’bah tak lama setelah posisinya digantikan oleh SM Hartono.
“Saya menyatakan hari ini saya ke Golkar, saya ke Golkar untuk mengabdikan diri untuk Kabupaten Serang, Provinsi Banten,” kata Heri, Selasa (18/10/2022). Heri mengaku sudah jauh jauh hari menjalin komunikasi baik dengan Ketua DPD Golkar Kabupaten Serang, Fahmi Hakim dan Ketua DPD Golkar Provinsi Banten, Ratu Tatu Chasanah.
Adapun terkait posisinya di Golkar, Heri menyerahkan semuanya kepada Fahmi Hakim dan Ratu Tatu Chasanah yang mempunyai kewenangan.”Saya tidak pernah mengatakan saya di kabupaten atau provinsi, yang pasti saya siap mengabdikan diri untuk Kabupaten Serang dan Provinsi Banten,” tuturnya.
Heri menuturkan alasan dirinya bergabung dengan Golkar tak lain karena mempunyai kesamaan visi misi.”Saya rasa secara pribadi punya kesamaan cara berpikir, visi misi dengan Golkar,” ujarnya.
Heri mengungkapkan dirinya masuk ke Golkar murni karena keinginan sendiri. Meskipun selama ini ada yang mengajak terhadap dirinya untuk bergabung ke pertai lain. Namun demikian Heri berharap jika dirinya boleh untuk memilih ingin tetap kembali maju di Kabupaten Serang.”Itu kalau boleh memilih, tapi sekali lagi saya serahkan ke Golkar,” katanya.
Ketua DPD II Golkar Kabupaten Serang, Fahmi Hakim sebelumnya mengatakan, mantan pengurus partai tersebut sudah melakukan konsolidasi dengan dirinya. Kata Fahmi mereka pindah ke Golkar bukan lagi berbicara partai, melainkan ingin meneruskan pengabdian untuk pelaksanaan pembangunan yang sudah berjalan demi kepentingan masyarakat.
Hal ini sejalan dengan visi misi Partai Golkar.”Ada pak Ahmad Sholeh (Mantan Ketua DPC Hanura Kabupaten Serang), Pak Heri Azhari (Mantan Ketua DPC PPP Kabupaten Serang) dan pak Yayan dari Gerindra. Mereka sudah beberapa bulan lalu (bergabung) dengan Golkar,” pungkasnya. (sidik)