SATELITNEWS.COM, SERANG–Sejumlah tenaga pendidik dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Serang, melakukan audiensi dengan Walikota Serang, Syafruddin, Senin (24/10/2022).
Dalam audiensi itu, salah satu yang disampaikan terkait penambahan kuota guru P3K sebanyak 1.645 formasi, dan kenaikan Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) Guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN).
Ketua PGRI Kota Serang, Ali Imron mengatakan, selama ini TPP yang dibayarkan untuk guru ASN di Kota Serang, seusai dengan pangkat dan golongan. Padahal, beban kerja yang didapatkan seperti Kepala Sekolah (Kepsek), sama guru biasa berbeda.
“Kalau selama ini masih berdasarkan golongan saja, misalnya Kepsek golongan IV dan guru juga sama IV, padahal kan beban kerjanya jelas berbeda,” kata Ali.
Maka dari itu, ia meminta kepada Pemkot Serang agar TPP yang diberikan, disesuaikan dengan beban kerja. Sehingga, nantinya terdapat perbedaan antara guru yang bekerja maksimal dan tidak. PGRI memandang, perlu mengajukan kesejahteraan menaikan TPP guru penghitungannya buka golongan, tapi beban kerja. Selama ini masih golongan.
“Golongan IV itu akan mendapatkan Rp1.050.000 sama mau guru, ataupun Kepsek. Kami mengajukan ada pembeda, alasannya beban kerja, pengawas bebannya lebih banyak, Kepsek lebih banyak,” tambahnya.
Baca Juga: Kemenkum Banten Minta Fasilitasi Paralegal, Pemkab Serang Akan Alokasikan DD
Tak hanya itu, ia juga mengajukan penambahan formasi guru pada seleksi ASN P3K 2022. Sebab selama ini, guru yang ada di sekolah masih kurang cukup dibanding jumlah siswa. “Sekarang P3K (guru-red) di Kota Serang rata-rata 4 sampai 5 guru PNS. Artinya sekolah seksrang kekurangan guru,” terangnya.
Dengan begitu, ia mengajukan penambahan formasi guru P3K sebanyak 1.645, yang termasuk di dalamnya guru olahraga dan pendidikan agama, hingga Taman Kanak-kanak (TK). Bahkan jumlah tersebut, sebenarnya masih kurang dalam memenuhi kebutuhan guru di Kota Serang.
“Guru-guru langka, tidak semua sekolah memiliki guru olahraga, agama dan TK,” tuturnya.
Ali mengaku, Sumber Daya Manusia (SDM) guru yang kurang tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas pendidikan khususnya di Kota Serang. “Otomatis pembelajaran tidak maksimal, sudah pasti berimbas, akhirnya ke kualitas mutu. Solusinya sekolah mengangkat guru honor disesuaikan kebutuhan daerah,” ungkapnya.
Sementara, Walikota Serang Syafrudin mengatakan, ia akan mengusulkan pembayaran TPP untuk guru ASN disesuaikan dengan beban kerja, bukan berdasarkan pangkat dan golongan. “Itu teknis pak Asda, kalau bisa jangan berdasarkan golongan tapi beban kerja. Jadi Kepsek itu, beban kerjanya lebih dari guru. Meskipun golongannya sama,” ungkap Syafrudin.
Lebih lanjut, terkait dengan usulan penambahan formasi guru P3K, maka PGRI harus segera mengajukan kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), termasuk dengan guru TK, guru pendidikan agama, dan olahraga. “Segera usulkan, nanti kirim juga ke saya, supaya bisa saya disposisikan takut tidak kebagian kuota. Kalau SMP banyak tapi kalau TK ini belum tentu, termasuk agama, dan olahraga,” imbuhnya. (mg2)
























