SATELITNEWS.COM, SERANG—DPD PKS Kabupaten Serang menepis stigma negatif yang sering dialamatkan kepada mereka. PKS disebut-sebut tidak melaksanakan muludan atau memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.
Untuk menepis isu tersebut, PKS melaksanakan maulid Nabi Muhamad Saw dengan menggelar lomba membaca kitab barzanji dan marhaban, Minggu, (30/10). Kegiatan itu juga bertujuan memotivasi para kadernya agar lebih cinta kepada Rasulullah.
Ketua DPD PKS Kabupaten Serang, Agus Wahyudiono mengatakan, yang mengikuti lomba muludan ini ada puluhan peserta. Mereka mewakili beberapa daerah pemilihan yang tersebar di lima dapil.
“Pelaksanaannya hari ini selesai, ada 10 grup, masing masing grup ada 10 orang, jadi total 100, peserta ada yang dari majlis ta’lim,” ujarnya saat ditemui di sekretariatnya di Ciruas.
Agus menuturkan, kegiatan lomba ini bukan hanya sekedar kegiatan seremonial. Melainkan diharapkan sampai level bawah hingga tingkat desa semuanya melaksanakan muludan. Selain itu kegiatan ini juga kata Agus untuk menepis stigma negatif terhadap PKS.
“Kita menepis stigma yang tidak senang terhadap PKS, ‘Oh PKS Wahabi, tidak muludan’ tapi buktinya PKS muludan,” ujarnya.
Baca Juga: Tingkatkan Budaya Literasi, DPAD Kota Tangerang Gelar Lomba Read Aloud
Ketua PCNU Kabupaten Serang, Muhammad Robi menyampaikan bahwa kegiatan ini sebuah langkah yang bagus bahwa PKS bisa menambahkan kesadaran Islam kepada masyarakat dan memasyarakatkan nilai-nilai Islam.
“Jadi kami Pengurus Cabang NU Kabupaten Serang turut berbangga dan mengapresiasi, serta mendorong agar PKS melestarikan nilai nilai Amaliah NU supaya stigma negatif tentang PKS terkikis,” tuturnya.
Wakil Ketua MUI Kabupaten Serang, Waseh menambahkan pihaknya mengapresiasi kegiatan ini. Karena menurutnya yang selama ini ada stigma negatif terhadap PKS, dengan mengadakan kegiatan ini PKS akan menjadi partai yang cinta terhadap budaya.
“Meski di era nabi tidak ada maulid, tetapi bukan dilihat dari sisi hukumnya, tetapi bagaimana peringatan maulid dilihat dari sisi positif yang begitu banyak, hal yang paling terpenting peringatan maulid yang digagas dengan model pola lomba ini adalah bagaimana kita berislam tidak hanya dalam hal teoritikal, tapi bagaimana implementasi nilai zakat, solat, dan itu semua kita berislam dari satu Muhammad sebagai informan yang langsung mendapatkan wahyu dari zibril dan dari Allah SWT,” pungkasnya. (sidik)
























