SATELITNEWS.COM, CISOKA– Aksi tawuran di Kabupaten Tangerang benar-benar mengkhawatirkan. Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 15 pelaku kekerasan antar pelajar atau gangster kini mendekam di penjara, 12 di antaranya masih anak di bawah umur.
Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Nova Elida Saragih mengungkapkan selama tahun 2022, pihaknya menangani persidangan kasus tawuran antar gangster atau antar pelajar dengan jumlah terdakwa 15 orang. Seluruh perkara yang melibatkan pelaku kekerasan itu sudah diputus majelis hakim.
“15 terdakwa kasus tawuran. Seluruhnya sudah diputus vonisnya oleh hakim Pengadilan Negeri Tangerang,” ungkap dia, Senin (16/1).
Kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus tawuran tak hanya dirasakan para wali murid. Para jaksa di Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang pun turut merasakannya.
Untuk itu, melalui program jaksa masuk sekolah, Kejari menggelar kegiatan deklarasi damai pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Tangerang, kemarin.
Deklarasi itu melibatkan SMK Yapisda Cisoka, SMK Karya Bangsa Nusantara, dan SMK Mandiri 2 Balaraja dengan disaksikan langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten Leonard Eben, Kajari Kabupaten Tangerang Nova Elisa Saragih dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di SMK Yapisda Cisoka, Senin (16/1). Penandatanganan deklarasi damai ini sebagai upaya pencegahan aksi tawuran antar pelajar.
Baca Juga: Lima Pemuda Ditangkap Warga Pondok Aren, Dua Orang Bawa Celurit
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain, Kajati Banten Leonard Eber Ezer Simanjuntak, Kajari Kabupaten Tangerang Nova Elida Saragih, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar, Kadis Pendidikan Provinsi Banten Tabrani, Kadis Pendidikan Kabupaten Tangerang Dadan Suganda, Camat Cisoka Encep Sahayat, Kades se-Kecamatan Cisoka, Kepala Sekolah dari 3 SMK, guru dan siswa-siswi.
Kajati Banten, Leonard Eber Ezer Simanjuntak mengatakan ini adalah kegiatan yang cukup luar biasa, dan ini juga menjadi bagian dari program Jaksa Masuk Sekolah (JMS). Kegiatan ini terlaksana di latar belakangi tawuran antar pelajar yang terjadi akhir-akhir ini.
“Aksi tawuran yang belakangan ini sering terjadi sangat menghawatirkan masyarakat. Khususnya para orang tua yang mengkhawatirkan kondisi anaknya saat berada di luar rumah. Maka dari itu, harus kita pantau, kita bina, kita jaga agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” paparnya.
Kajati Banten juga mengingatkan kepada siswa-siswi untuk selalu berpedoman kepada janji siswa, yang sering diucapkan pada saat upacara bendera setiap hari Senin. Menurutnya, janganlah tantangan menjadi halangan untuk berprestasi, serta jangan melakukan hal-hal yang akan merugikan diri sendiri.
Sementara itu, Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mengatakan para pelajar harus ingat bahwa mereka adalah penerus bangsa. Jangan mengotori masa remaja dengan melakukan tawuran.
“Kami berharap setelah adanya penandatanganan deklarasi damai hari ini. Jangan ada lagi provokasi atau ajakan untuk hal yang, saya titip kepada senior,” ungkapnya.
Baca Juga: Nonton Tawuran di Solear, Remaja Disabet Senjata Tajam
Abdullah, kepala sekolah SMK Yapisda Cisoka mengatakan kami bersyukur dengan adanya kegiatan ini. “Kami berharap masyarakat, orangtua murid dan intansi yang punya kewenangan bisa melihat hal seperti ini dan bisa melakukan pembinaan semaksimal mungkin,” ucapnya.
“Ini kewajiban kita semua. Kami berupaya semaksimal mungkin, bahkan mengimbau kepada seluruh orang tua murid untuk berperan serta untuk memantau anaknya. Mari kita pantau dan bina anak anak bersama sama,” pungkasnya. (alfian/aditya)
























