SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Seorang remaja berinisial AH harus menjalani operasi setelah terkena sabetan senjata tajam ketika menonton tawuran di Jalan Raya Munjul-Adiyasa, Kampung Ranca Gede Desa Munjul Kecamatan Solear, Selasa (18/8). Anak laki-laki berusia 15 tahun itu menjalani perawatan di RSUD Tigaraksa. Di lain sisi, aparat Kepolisian Sektor Cisoka berhasil mengamankan dua remaja yang diduga melakukan tawuran.
Direktur Utama RSUD Tigaraksa, Farid menjelaskan AH telah ditangani oleh tim medis dan dilakukan operasi di bagian luka yang terkena sabetan senjata tajam. Kata Farid, luka sabetan senjata tajam itu memiliki ukuran kurang lebih sekitar 4 cm. Dia juga menegaskan, bahwa AH saat ini sudah dalam kondisi sadar dan sedang dalam masa pemulihan di ruang rawat.
“Pasien sudah dioperasi tadi pagi, sekarang kondisi sudah sadar penuh pasca operasi dan masih dirawat untuk pemulihan, ” katanya, Rabu (19/8).
Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti menjelaskan tawuran itu dilaporkan masyarakat melalui layanan darurat Call Center 110 sekitar pukul 16.39 Wib. Pelapor menginformasikan adanya kerumunan pelajar yang diduga hendak melakukan aksi tawuran di Jalan Raya Munjul-Adiyasa, Kampung Ranca Gede, Desa Munjul. Selain itu pelapor juga menyampaikan dua terduga pelaku sempat diamankan lebih dulu oleh warga setempat.
”Menindaklanjuti laporan tersebut, piket siaga Polsek Cisoka langsung bergerak cepat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi, petugas kepolisian langsung mengamankan situasi dan membawa kedua pelajar tersebut ke Mako Polsek Cisoka guna menghindari aksi amuk massa serta untuk pemeriksaan dan pembinaan lebih lanjut,” kata Kapolsek Cisoka, Iptu Aditya Surya Sakti, Rabu (19/8).
Selain mengamankan terduga pelaku tawuran, pihak Kepolisian Sektor Cisoka juga mengevakuasi seorang pelajar tingkat SMP berinisal AH (15) ke RSUD Tigaraksa. AH diduga terkena sabetan senjata tajam di bagian pergelangan tangan kanan dalam insiden tawuran pelajar tersebut.
Baca Juga: Tergiur Gaji Rp9 Juta, Tiga Remaja Perempuan Asal Tangsel Jadi Korban TPPO di Jawa Timur
“Dalam insiden tersebut, seorang pelajar berinisial AH (15) mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian pergelangan tangan kanan. Saat ini sudah dalam penanganan medis di RSUD Tigaraksa, ” katanya.
Menurut Kapolsek, AH ini diketahui bukan merupakan bagian dari kelompok yang akan terlibat bentrokan. Namun, saat adanya peristiwa bentrokan kebetulan AH sedang melintas, dan berhenti untuk menonton. Ketika hendak meninggalkan lokasi, sepeda motor yang dikendarainya mendadak mogok sehingga ia diduga menjadi sasaran penyerangan.
“Jadi, AH diketahui bukan berasal dari kelompok terduga pelaku tawuran. Hanya salah sasaran, karena dia sedang melintas dan mengenakan seragam pelajar, ” katanya.
Aditya menambahkan pihak Kepolisian Sektor Cisoka masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku penyerangan serta menelusuri motif bentrokan tersebut. Ia mengimbau kepada para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak, terutama saat berada di luar rumah maupun dalam penggunaan media sosial, sebagai upaya mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua, pihak sekolah, tokoh masyarakat, dan para pelajar untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Jangan mudah terprovokasi oleh ajakan tawuran, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Polsek Cisoka akan terus meningkatkan patroli preventif dan merespons cepat setiap laporan masyarakat demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif di wilayah hukumnya, ” katanya.
Kanit Reskrim Polsek Cisoka, IPDA Icuk Tulus menegaskan pihaknya telah mengantongi identitas pelaku pembacokan terhadap pelajar SMP 4 Solear berinisial AH. Saat ini pihaknya sedang melakukan pengejaran untuk menangkap terduga pelaku.
Baca Juga: Polres Tangsel Gelar Razia, Tangkap Empat Pelaku Tawuran Hingga Sweeping Gudang Senjata Tajam
“Untuk pelaku sendiri sudah kami kantongi identitasnya dan tim kami di lapangan sedang melakukan pengejaran untuk melakukan penangkapan.” katanya.
Kanit Reskrim kembali menegaskan bahwa AH ini bukan berasal dari kelompok yang terlibat tawuran. Melainkan, hanya hendak menonton aksi tawuran di Jalan Raya Ranca Gede, Desa Munjul, Kecamatan Solear. Katanya, korban mengetahui adanya informasi tawuran itu dari media sosial instagram.
“Awalnya korban ini melihat informasi di Live Instagram, kemudian dia datang berniat untuk hanya menonton tawuran. Namun, ketika dia akan kabur, mendadak kendaraan yang ditumpangi oleh dia mendadak mogok. Dia kemudian menjadi korban dari salah satu pihak sekolah yang tawuran tersebut,” katanya.
Namun saat disinggung terkait asal sekolah dua kelompok yang diduga terlibat tawuran, Kanit Reskrim mengaku belum dapat memberikan informasi tersebut. Dia juga mengatakan, meskipun sudah mengantongi identitas terduga pelaku, namun belum dapat memberikan informasi kepada awak media.
“Untuk sementara kami belum bisa mengatakan itu kami masih melakukan pengembangan,” ujarnya. (alfian)






















