SATELITNEWS.COM LEBAK–Bayi kembar siam Zarifah Sakinah Mecca dan Tanisha Zara Mecca asal Kampung Situ Jaya, Desa Curugpanjang, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak, akhirnya mendapat bantuan untuk biaya operasi pemisahan. Bantuan ini datang dari pemerintah daerah.
“Alhamdulilah, pemerintah daerah telah hadir membantu bayi kembar siam asal Cikulur itu. Bantuan berupa uang sudah diserahkan ke pihak keluarga,” kata Kepala Bagian Kesra Lebak, Iyan Fitriyana kepada SatelitNews.Com, Jumat (17/02/2023).
“Untuk fasilitas kesehatan diantaranya BPJS Kesehatan itu sudah dicover. Mereka hanya kesulitan biaya perjalan dan kebutuhan sehari-hari, Insya Allah Pemkab hadir untuk itu,” timpa Iyan saat disinggung selain bantuan upaya Pemkab mengawal bayi kembar siam dari pasangan Kunaepi (45) dan Ida Parwati (33) tersebut.
Terpisah, Asisten Daerah (Asda) I Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemkab Lebak, Alkadri memastikan pemerintah daerah hadir untuk memfasilitasi proses operasi yang bakal dilakukan bayi kembar siam yang berumur 4 bulan tersebut.
“Untuk bantuan yang dikumpulkan anggota dan pengurus Korpri sudah disalurkan ke pihak keluarga sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga pasien,” kata Alkadri.
Tidak hanya itu, Pemkab Lebak juga akan terus mengawal hingga proses perawatan dan operasiasional ke Jakarta.
Baca Juga: Tangis Haru Pecah di Pendopo Lebak Saat Ratusan Calon Haji Dilepas ke Tanah Suci
“Jadi keluarga pasien nanti bisa menempati rumah singgah milik Pemkab Lebak yang lokasinya tidak jauh dari RSCM, dan saat berangkat pun bisa menggunakan mobil relawan Sehati. Ya, intinya kita akan kawal dan fasilitasi mereka,” ungkanya.
Diberitakan sebelumnya, bayi kembar siam, yang kini baru berumur 4 bulan berjenis kelamin perempuan, anak kedua pasangan Kunaepi dan Ida Parwati ini, lahir secara caesar di Rumah Sakit Kartini, Rangkasbitung secara sehat. Sejak kelahiran itu, Kunaepi dan Ida langsung diminta membawa bayi kembar itu dengan rujukan ke RSCM Jakarta untuk tindak lanjut perawatan. (mulyana)
























