SATELITNEWS.COM, SERANG – Ratusan warga, menyerbu Bazar Murah Ramadan yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, di pelataran parkir Masjid Raya Al Bantani, Jumat (14/4/2023).
Ada sekitar 140 meja dan 14 tenda kerucut dari 14 vendor dan retail modern, yang memeriahkan bazar murah tersebut. Ada berbagai jenis produk dan juga barang kebutuhan pokok, yang dijajakan dari mulai minyak goreng, gula merah, gula pasir, cabai, bawang, sampai penukaran uang baru, yang dilaksanakan oleh Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten.
Para pengunjung, kebanyakan mengantri di tenan yang menjajakan kebutuhan pokok seperti minyak goreng, cabai dan bawang sampai daging beku. Komiditi itu banyak diburu kaum ibu-ibu karena harga yang ditawarkan lebih murah dari harga pasaran.
Salah satu pengunjung, Nia Ramadani mengaku, sejak pagi ia sudah mengantri untuk membeli paket minyak goreng yang dibandrol harga Rp13.000/Kg. Kemudian bawang merah dan juga cabai.
“Cukup panjang antriannya. Saya aja dari pagi baru dapet siang. Harganya memang lebih murah,” kata Nia.
Pj Gubernur Al Muktabar mengatakan, Bazar murah bahan kebutuhan pokok itu dilakukan untuk menekan angka inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri 1444 hijriyah, apalagi harga yang diberlakukan lebih murah dari harga pasaran.
“Ada sekitar 45 vendor barang kebutuhan pokok seperti, minyak, gula, daging, cabai, bawang, telur serta dari berbagai vendor lainnya. Dari 45 vendor itu, ada 140 meja dan 14 tenda krucut semua komoditi,” ungkap Al Muktabar.
Baca Juga: 80 Persen Rekomendasi BPK Perwakilan Banten Ditindaklanjuti
Al Muktabar menjelaskan, bazar Ramadan ini merupakan ukuran kita untuk melihat stabilitas harga di pasaran dalam kondisi terkendali dengan baik. Jika pun ada lonjakan harga yang cukup tinggi, Pemprov sudah siap melakukan intervensi dengan Operasi Pasar (OP).
“Kita akan terus menjaga antara demain dan suplai itu stabil, agar semuanya terjaga dengan baik. Termasuk angka inflasi kita yang sampai saat ini masih berada diurutan 5 besar nasional yang harus terus kita jaga,” tandasnya.
Bapak Presiden, lanjutnya, pada saat berkunjung ke Provinsi Banten beberapa waktu lalu juga menekankan hal itu. Beliau melihat dan mengecek langsung harga-harga kebutuhan pokok di pasaran.
“Saya laporkan, bahwasannya angka inflasi kita cukup terkendali. Memang ada beberapa komoditi yang naik, tapi langsung kita lakukan intervensi baik dari Kabupaten/Kota maupun Provinsi yang terus menggiatkan itu,” jelasnya.
Yang terpenting adalah, tambahnya, pemerintah selalu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai hal, apalagi menjelang lebaran seperti ini.
“Sebisa mungkin kita meringankan beban masyarakat,” imbuhnya.
Baca Juga: 6,6 Juta Warga Banten Manfaatkan Program CKG, Diabetes dan Darah Tinggi Mendominasi
Kepala Disperindag Provinsi Banten, Babar Suharso menambahkan, sampai saat ini berdasarkan pantauan yang dilakukannya kepada sejumlah pasar di delapan Kabupaten dan Kota untuk harga kebutuhan pokok masih stabil, tidak ada lonjakan harga dan secara stok juga aman.
“Kita juga terus menggiatkan gerakan pasar murah yang tersebar di delapan daerah,” pungkasnya.
Pada bazar murah itu, diberikan juga paket bantuan sembako kepada 50 warga dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten.
Turut hadir mendampingi Kepala BI Banten Imaduddin Sahabat, Plh Sekda Banten Virgojanti, Ketua PKK Banten Tine Al Muktabar. Kegiatan bazar ini juga didukung oleh PKK Provinsi Banten, Darmawanita serta beberapa vendor dan ritail modern. (mg2)
























