SATELIT NEWS.COM, TANGERANG— Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Karawaci Kota Tangerang menggelar pelatihan khotib salat Jumat dan pelatihan pemulasaraan jenazah, di Gedung Ar Rahmah Center, Karawaci, Sabtu (29/7). Kegiatan ini dibuka Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
Dalam sambutannya, Arief menyampaikan kegiatan ini perlu diapresiasi karena pelatihan pemulasaraan jenazah sudah jarang dan langka.
“Belum tentu ada orang yang mau melaksanakan tugas mulia seperti memandikan jenazah, dibutuhkan keberanian, keterampilan, dan kemauan untuk menjadi orang yang memandikan jenazah, ” kata Arief.
Peserta yang mengikuti kegiatan ini, sambung Arief, adalah orang-orang pilihan dan calon penghuni surga, yang tidak melulu memikirkan duniawi tapi juga akhirat.
“Insya Allah bapak-ibu sekalian masuk surga sama gayung-gayungnya dan para khotib masuk surga sama mic-nya,” ungkap Arief.
Melalui kegiatan hari ini, kata Arief, diharapkan juga dapat mengedukasi masyarakat secara lebih luas lagi sehingga banyak masyarakat yang semakin paham tentang bagaimana prosedur tata cara pemulasaraan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam dan bagaimana pentingnya khotbah Jumat.
Baca Juga: Jenazah 2 Hari Tertahan di Bandara Soekarno-Hatta, Keluarga Tanggung Biaya Tambahan
“Melalui khutbahnya, para khotib harus mampu memotivasi umat dengan materi-materi yang menarik, tidak monoton sehingga para jamaah dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan juga akan lebih banyak lagi yang paham dan mau menjadi petugas pemulasaraan jenazah,” pesannya.
Selain itu, lanjut Arief, para khotib juga tidak hanya berikan khotbah pada saat salat Jumat saja tapi turut membina umat dalam kehidupan sehari-hari dan juga meminta kepada para lurah dan camat agar petugas pemulasaraan jenazah setiap wilayah diperbanyak.
“Tolong para lurah untuk petugas pemulasaraannya ditingkatkan tak hanya wawasan, kompetensi dan kemampuan tapi jumlahnya juga ditambah biar masyarakat Kota Tangerang terlayani semua dan para khotib tolong terus bina umat kita tak hanya dalam masjid tapi di tengah masyarakat,” tutupnya. (gatot)
























