SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang, akan melakukan lelang terhadap kapal kayu KH Syam’un. Hal itu dilakukan, karena selain usianya sudah cukup lama, juga karena biaya pemeliharaan yang cukup mahal.
Kepala Dishub Kabupaten Serang, Benny Yuarsa mengatakan, Kapal KH Syam’un ini merupakan kapal kayu yang biasa beroperasi ke wilayah Pulau terpencil seperti pulau Tunda dan Pulo Panjang.
Namun karena minimnya biaya pemeliharaan selama beberapa tahun ke belakang ini, sehingga kapal tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.
“Kapal itu biaya pemeliharaannya cukup besar yah dan tidak boleh terlewat, kemarin sempat sampai dua tahun kita tidak ada pemeliharaan, sementara kapal kita kayu dan air di dermaga itu bukan air sungai melainkan laut sehingga dibawahnya itu banyak kerang,” kata Benny, Senin (31/7/2023).
Akibat minimnya biaya pemeliharaan dan usianya kapal yang sudah cukup lama, kata Benny saat ini kondisi kapal KH Syam’un mengalami kebocoran. Sehingga air merendam mesin kapal dan lebih baik kapal tersebut di lelang saja.
“Jadi kalau pun diperbaiki lagi butuh biayanya cukup besar, karena usianya juga sudah cukup lama, terjadi kebocoran, sehingga lebih baik di lelang saja,” tuturnya.
Terkait rencana pengadaan kapal kembali, Benny mengaku jika keinginan untuk penyediaan akses mobilisasi masyarakat di kepulauan tersebut memang ada. Karena pemerintah wajib melakukan menyediakan akses mobilisasi masyarakat di pulau terpencil.
“Tapi kalaupun nanti ada semacam anggaran mungkin nanti untuk bentuk pengelolaannya oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Serang, untuk melayani pergerakan masyarakat di pulau terpencil,” tuturnya. (sidik)
























