SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, gencar melakukan kegiatan pemeriksaan Antenatal Care (ANC) terhadap ibu hamil. Hal itu dilakukan, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, menekan prevalensi stunting, serta angka kematian ibu dan anak (AKI/AKB).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Teknis Kesehatan Masyarakat yang dikuti oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota se-Provinsi Banten, perwakilan Puskesmas di Aula DPUPR, Rabu (16/8/2023) mengatakan, yang dilakukannya tidak hanya sekedar untuk meningkatkan jumlah pemeriksaan ANC, tetapi juga kualitas pelayanannya yang terpenting.
Dikatakan Ati, dalam rangka pencegahan stunting itu harus dilakukan secara komperhensif dari hulu sampai hilir. Dari hulu itu kita lakukan pemeriksaan dari mulai ibu hamil, bahkan dari usia pra nikah.
Pada fase ibu hamil ini, penting dilakukan pemeriksaan secara rutin, agar bayi yang keluar nanti dalam kondisi sehat, sehingga akan terhindar dari potensi stunting.
“Yang terpenting juga dalam kegiatan ini kita ingin tekankan bagaimana ibu melahirkan itu juga dalam kondisi selamat dan terjaga kesehatannya,” ucapnya.
Selanjutnya, Ati menyampaikan permasalahan kesehatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama, sehingga hal itu perlu dilakukan percepatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama kesehatan ibu dan anak serta seluruh usia produktif hingga lansia.
Baca Juga: Pemkab Serang Pastikan Lokasi Wisata Anyer dan Cinangka Aman Untuk Wisatawan
“Terutama bagaimana menekan angka kematian ibu dan bayi sampai pada prevalensi stunting,” katanya.
Dikatakannya, saat ini masih menyisakan waktu sekitar 1 tahun 4 bulan untuk menurunkan angka prevalensi stunting dibawah 14 persen. Oleh karena itu, rapat koordinasi tersebut juga bertujuan guna menyamakan persepsi dan memberdatakan dari seluruh peran sektoral hingga tingkat desa.
“Pentingnya pemberdayaan dari seluruh yang ada, semua saling keterkaitan. Oleh karenanya dengan pertemuan rapat teknis ini diharapkan tentu bagaimana dapat menukik langsung pada keluarga untuk kita mengintervensi terhadap kesehatan masyarakat,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Ati menuturkan saat ini terkait program kesehatan ibu dan anak, pihaknya terus berupaya memberikan kualitas pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
“Kemudian, kita akan mempersiapkan tahun depan program pengenalan keragaman pangan lokal bagi penderita stunting yang memiliki gizi kurang dan gizi buruk,” imbuhnya.
Dengan begitu, kata Ati, diharapakan kedepannya dapat menekan angka kematian ibu dan anak serta menekan prevalensi stunting di Provinsi Banten.
Baca Juga: Gelar Rakor Persiapan Arus Mudik, Polda Banten Antisipasi Cuaca Buruk
“Harapan ya percepatan nanti di tahun 2024 kesehatan ibu dan anak menjadi lebih baik, angka kematian ibu dan anak menjadi turun dan juga angka prevalensi stunting ini turun,” tandasnya.
Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut terdapat beberapa materi yang disampaikan diantaranya, Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK) pada bayi baru lahir, Sosialisasi Integrasi Layanan Primer serta Penyusunan RTL. (luthfi)
