SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG — Ratusan warga mengikuti kegiatan donor darah, di Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Pandeglang, Minggu (14/6/2026), dalam rangka memperingati hari donor darah Sedunia tingkat UDD PMI Kabupaten Pandeglang.
Diketahui, Peringatan Hari Donor Darah Sedunia setiap tanggal 14 Juni, untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya darah yang aman, untuk transfusi dan sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor sukarela seluruh dunia.
Kepala UDD PMI Pandeglang dr. Qodiat Juarsa mengucapkan terima kasih, kepada warga yang sudah berpartisipasi mendonorkan darahnya secara sukarela.
“Mudah-mudahan bisa menjadi rutin,” katanya, Minggu (14/6/2026).
Setetes darah yang didonorkan katanya, adalah tindakan kemanusiaan yang sangat berharga. Satu kantong darah yang pendonor sumbangkan, bahkan dapat menyelamatkan hingga 3 nyawa yang berbeda
“Kalau secara umum, kebutuhan stok kantung darah khusus untuk Kabupaten Pandeglang masih terpenuhi. Jadi, 95 persen kebutuhan akan darah masih dapat memenuhi,” tambahnya.
Baca Juga: 9 Rumah Warga Di Panimbang Pandeglang Rusak
Kebutuhan darah masih dapat terpenuhi itu, ujarnya, semua berkat masyarakat yang secara sukarela mendonorkan darahnya secara rutin. Namun diakuinya, ada kebutuhan golongan darah tertentu yang keteteran, yaitu untuk memenuhi kebutuhan pasien trombosit.
“Karena, darah untuk kebutuhan trombosit itu harus segar. Jadi waktu proses pengolahan darah itu, maksimal dalam waktu empat jam pengambilan, agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.
Sehingga ditambahkannya, ketika membutuhkan transfusi darah untuk pasien mengalami trombosit, maka harus ada pendonornya. Jadi ketika proses donor selesai, bisa langsung proses.
“Dan setelah proses selesai, waktu penyimpanan sebelum pakai untuk transfusi itu tidak boleh lebih dari lima hari. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada semua lapisan masyarakat secara sukarela mendonorkan darah, untuk membantu menyelematkan nyawa pasien yang membutuhkan transfusi darah,” ujarnya lagi.
Sekretaris PMI Kabupaten Pandeglang Ika Rostika Marliah mengatakan, jasa para pendonor darah tidak bisa dihargai dengan uang.
“Prosesnya menggunakan mesin yang sudah standarisasi, untuk mengolah darah dari darah siap donor menjadi siap transfusi,” tandasnya.
Baca Juga: LIPP Banten: Pejabat Hasil Lelang Terbuka Pemkab Pandeglang Harus Berintegritas
Pada saat ini, tuturnya, UDD PMI Kabupaten Pandeglang telah meningkatkan kualitas pada penyediaan darah untuk trombosit. Hanya saja, waktu penyimpanannya sangat terbatas.
“Sehingga untuk transfusi darah trombosit, harus ada pendonor sukarela yang siap dipanggil sewaktu- waktu. Namun kebutuhan darah trombosit ini, biasanya ketika musim penyakit DBD, maka kebutuhannya akan meningkat,” tukasnya.
Pada saat kebutuhan meningkat, kehadiran pendonor sukarela sangat penting. Sebab, pengolahan darah menjadi siap transfusi itu setelah donor harus langsung proses.
“Setelah keadaan darah steril, barulah kita berikan kepada pasien,” ucapnya. (mardiana)
