SATELITNEWS.COM, SERANG – Jajaran Polda Banten bersama stakeholder, melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan menghadapi arus mudik dan balik lebaran 2026, Rabu (25/2/2026).
Kondisi cuaca dan rekayasa lalu lintas, menjadi salah satu pembahasan utama mengingat BMKG memprediksi kondisi cuaca di music mudik lebaran nanti akan terjadi rob.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, arus mudik lebaran diprediksi akan mulai terjadi sekitar tanggal 13 Maret 2026. Sementara itu berdasarkan prediksi BMKG, akan terjadi rob di Jalur Lingkar Selatan (JLS) Ciwandan, Kota Cilegon dari tanggal 19-22 Maret 2026.
“Maka dari itu, kami akan terus berkoordinasi dengan KSOP dan pihak ASDP Merak,” katanya, Rabu (25/2/2026).
Berdasarkan rencana awal, lanjutnya, skema pengaturan lalu lintas pemudik yang akan menuju Sumatera sama dengan skema tahun-tahun sebelumnya yakni menyiapkan tiga Pelabuhan. Pelabuhan Ciwandan untuk kendaraan roda dua dan kendaraan golongan 5 dan 6B.
“Aksesnya melewati JLS melalui exit tol Cilegon Timur. Nanti ada petugas yang mengatur, termasuk untuk penyekatan juga sudah disipakan di simpang PCI,” ujarnya.
Baca Juga: Lagi, Dua Oknum DC Pelaku Penganiayaan Anggota Brimob Diamankan Ke Mapolda Banten
Selanjutnya Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang diperuntukkan truk sumbu tiga golongan 7, 8, dan 9. Sementara untuk pejalan kaki, kendaraan pribadi dan bus masih tetap ke Pelabuhan Merak.
“Itu dalam kondisi normal,” pungkasnya.
Arus mudik tahun ini, diatur sedemikian rupa dengan keadaan-keadaan pada tiga level, keadaan hijau, kuning dan merah. Hijau itu dalam kondisi normal, sementara kuning cukup padat dan merah itu kondisi gawat atau penuh yang memerlukan penanganan khusus dan terpadu.
“Penanganannya bisa dilakukan melalui delay sistem,” tandasnya.
Ada beberapa kantong parkir yang telah disiapkan, untuk mengatur delay sistem itu, seperti di KM 43, 68, PT Wisma Indah Kiat dan PT Indonesia Ferry yang ada di Bojonegara termasuk kanong-kantong parkir di jalur JLS.
“Kita masih ada waktu untuk mematangkan persiapannya. Nanti kita akan Gelar Pasukan Operasi Ketupat pada tanggal 13 Maret 2026,” pungkasnya.
Baca Juga: Diduga Bacok Anggota Brimob, Dua Oknum DC Diamankan Ke Mapolda Banten
Sekda Banten Deden Apriandi menambahkan, Pemprov Banten akan mempersiapkan dukungan seperti tenaga Kesehatan, personal dari Dishub termasuk tim dari PUPR dan BPBD yang stanby untuk mengantisipasi berbagai hal.
“Termasuk juga nanti ada dukungan dari masing-masing Pemda setempat,” tuturnya.
Selain itu, yang menjadi perhatian penting juga berkenaan dengan penerangan jalan dimana masih ada beberapa titik yang masih membutuhkan perbaikan.
Oleh karena itu, peran dari Provinsi nanti memberikan bantuan kepada pemerintah kabupaten/kota memberikan penerangan di jalan-jalan yang masih sulit dan minim.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini, arus mudik dan balik 2026 bisa berjalan lancar,” imbuhnya. (luthfi)
