SATELITNEWS.COM, SERANG–Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Provinsi Banten akan menjalin kerja sama dengan tiga kementerian guna memperkuat peran dan kapasitas pengusaha perempuan di Provinsi Banten. Hal itu disampaikan Ketua DPD IWAPI Banten, Renny Fonda, usai pelantikan dan pengukuhan pengurus IWAPI Banten di Pendopo Gubernur Banten, Senin (8/6/2026).
Menurut Renny, kerja sama tersebut akan dilakukan dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Program tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan usaha perempuan di seluruh kabupaten dan kota di Banten melalui jaringan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) IWAPI.
“Kerja sama yang akan dilakukan melibatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pertanian. Program ini akan dijalankan hingga ke seluruh DPC se-Provinsi Banten,” kata Renny.
Ia menjelaskan, dukungan dari Kementerian Pertanian berupa bantuan bibit cabai, sedangkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa bibit lele. Bantuan tersebut akan didistribusikan kepada seluruh DPC IWAPI di Banten untuk mendukung kegiatan usaha para anggota. “Kami menerima bantuan di tingkat DPD dan selanjutnya akan disalurkan kepada seluruh DPC. Tujuannya agar semakin banyak perempuan pengusaha yang dapat mengembangkan usahanya,” ujarnya.
Selain sektor pertanian dan perikanan, IWAPI Banten juga akan mendukung promosi pariwisata daerah melalui kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Salah satu program yang disiapkan adalah pembuatan dokumenter destinasi wisata unggulan di Banten.
Menurut Renny, dokumenter tersebut akan dikirimkan kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) IWAPI untuk dikemas lebih profesional sebelum diajukan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam berbagai program promosi maupun kompetisi pariwisata. “Kami ingin membantu mengangkat potensi wisata Banten melalui karya dokumenter yang menampilkan destinasi-destinasi terbaik dan terbaru yang dimiliki daerah ini,” katanya.
Baca Juga: Simpang Caringin Pandeglang Minim PJU Dan Rambu-rambu
Renny juga menekankan pentingnya transformasi digital bagi perempuan pelaku usaha agar mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola pemasaran. Menurutnya, penggunaan media sosial dan platform digital saat ini menjadi kebutuhan utama dalam pengembangan bisnis. “Wanita pengusaha harus siap menghadapi tantangan zaman. Digitalisasi bisnis, pemasaran melalui internet, TikTok, dan berbagai platform media sosial lainnya harus dimanfaatkan secara maksimal,” ujarnya.
Untuk mendukung hal tersebut, IWAPI Banten berencana menggelar berbagai pelatihan dan pendampingan bagi pelaku usaha perempuan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas. Dalam kegiatan pelantikan tersebut, IWAPI Banten juga mengundang sejumlah organisasi perempuan di Provinsi Banten guna memperkuat sinergi dan memperkenalkan program-program organisasi ke depan.
Sementara, Ketua DPP IWAPI, Nita Yudi, mengatakan IWAPI sebenarnya menjalin kerja sama dengan berbagai kementerian. Namun, karena fokus organisasi berada pada penguatan ekonomi perempuan, maka kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi prioritas utama.
Selain itu, IWAPI juga menjalin kemitraan dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementerian Perdagangan, serta Kementerian Perindustrian. “Kami bukan hanya pelaku ekonomi, tetapi juga agen perubahan yang mendorong pemberdayaan perempuan di berbagai sektor,” kata Nita.
Ia menilai Banten memiliki potensi ekonomi yang besar karena letaknya yang strategis sebagai daerah penyangga ibu kota sekaligus dekat dengan pusat-pusat ekonomi nasional. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Banten yang berada pada kisaran 5,1 hingga 5,5 persen menunjukkan peluang besar bagi pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang dikelola perempuan.
“Banten memiliki potensi luar biasa di sektor pertanian, perkebunan, dan berbagai sektor ekonomi lainnya. Karena itu, perempuan pengusaha harus bergerak dan ikut mengangkat nama daerah melalui pengembangan UMKM,” ujarnya.
Baca Juga: Gubernur Andra Klaim Pembangunan SR Di Pandeglang Tak Ada Kendala
Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengapresiasi kontribusi perempuan pengusaha yang tergabung dalam IWAPI dalam menciptakan lapangan kerja dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Mereka memberikan sumbangsih nyata bagi bangsa dan negara. Para perempuan pengusaha di IWAPI dapat menjadi inspirasi sekaligus contoh bagi perempuan lainnya untuk berwirausaha dan mandiri secara ekonomi,” katanya. (made)
