SATELITNEWS.COM, SERANG–Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno, menggencarkan penyaluran bantuan keuangan Dukungan Pengembangan Usaha Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (DPUP). Hal itu dilakukan, untuk mengejar target investasi sebesar Rp U$D2,68 Miliar di tahun 2023, dan dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 4,4 juta.
Hal itu diungkapkan Sandi, seusai menyerahkan bantuan keuangan DPUP ke Desa Wisata Cikolelet, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Sabtu (19/8/2023) sebesar Rp 120 juta. Selain Cikolelet, Sandi juga menyerahkan bantuan DPUP it ke Desa Wisata Sukarame, Kabupaten Pandeglang dan Desa Wisata Untung Jawa, Kepulauan Seribu, dengan nominal bantuan yang sama.
Menurut Sandi, bantuan keuangan DPUP itu dinilai merupakan program yang tepat sasaran, manfaat dan tepat waktu. Pasalnya, saat ini sektor pariwisata dan ekonomi kreatif baru saja pemulihan, setelah Pandemi Covid-19 yang melanda selama dua tahun lalu.
“Oleh karena itu, bantuan ini bisa menjadi stimulan untuk pengembangan Desa Wisata yang lebih baik lagi. Dengan pengembangan potensi kearifan lokal yang ada, saya yakin keberadaan Desa Wisata ini bisa menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, serta bisa menjadikan desa yang mandiri. Baik dalam sektor perekonomian, maupun ketahanan pangannya,” kata Sandi.
Politisi PPP itu menambahkan, berdasarkan laporan yang ia terima, geliat perekonomian di Desa Wisata Cikolelet ini cukup tinggi. Banyak wisawatan Nusantara dan mancanegara yang datang ke sini, selain juga ke Anyer, Carita dan sekitarnya.
“Tahun ini, kita menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 8,5 juta. Sedangkan untuk nusantara, sebanyak 1,4 juta,” ucapnya.
Baca Juga: Beredar ‘Iuran Alumni’ di Wisuda Faletehan, IKAFA Klarifikasi
Sandi juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Pemprov Banten, melalui gerakan urban farming atau pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat, yang berbasis kearifan lokal setempat.
Dan penerapan di Desa Wisata itu ujarnya, sudah sangat tepat dijadikan sebagai Lokus dan Baberstok. Karena selain menarik banyak wisatawan, ketahanan pangan desa juga terjaga di tengah isu krisis pangan yang dihadapi oleh berbagai negara di belahan dunia saat ini.
“Di tengah gejolak dunia saat ini, dengan kesiapan desa-desa wisata ini, saya yakin kita akan mampu untuk menjaga harga-harga bahan pokok. Sehingga kedepannya, kita bisa ciptakan desa-desa yang mandiri, dengan pengembangan SDA serta kearifan lokal yang ada,” pungkasnya.
Sandi menambahkan, dirinya memilih berkunjung ke Desa Cikolelet, lantaran tahun lalu Desa Cikolelet masuk kedalam kategori Desa Wisata terbaik di Indonesia, dengan dua penghargaan sebagai Desa Wisata Rintisan dan Desa Wisata favorit pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.
“Kami memilih Desa di Banten, karena Banten ini pemenang dua tahun lalu. Kami memberikan penghargaan kepada desa di Banten, serta memberikan dukungan Kepala Daerah terhadap pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Ekraf),” tuturnya.
Sementara, Pj Gubernur Banten Al Muktabar berharap, bantuan sebesar Rp 120 juta itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan Desa Wisata Cikolelet, untuk bisa lebih baik dalam pemberdayaan masyarakat dalam sektor pariwisata, UMKM dan ekonomi kreatif.
Baca Juga: Terkendala SK, Anggaran Karang Taruna Kabupaten Serang Rp500 Juta Tersendat
“Dengan berbagai hal yang dikembangkan melalui desa wisata ini, dapat menopang ekonomi daerah, stabilitas pangan, penanganan stunting dan inflasi,” kata Al Muktabar.
Misalnya, lanjut Al Muktabar, pengoptimalan lahan pekarangan yang bisa ditanami pohon katuk dan lainnya, itu dapat menjadi sumber protein bagi anak-anak, ibu hamil dan menyusui, sehingga mereka terhindar dari keluarga beresiko stunting. Ditambah lagi dengan lingkungan yang bersih serta sanitasi yang baik.
“Selain itu, di Cikolelet ini juga bisa dikembangkan ketahanan pangan padi atau sejenisnya sesuai dengan kearifan lokal yang ada dalam rangka menghadapi kemarau panjang dan dampak El Nino. Sehingga multi sektor yang bisa dikembangkan melalui desa wisata ini,” paparnya.
Ditambahkan Al, dirinya bersama seluruh stakeholder terus fokus mengembangkan sektor pariwisata, UMKM serta ekonomi kreatif di Provinsi Banten dalam rangka menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat. Apalagi, melihat perkembangan yang ada, di era saat ini sektor-sektor itu sangat memungkinkan untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan yang terus kita giatkan dengan berbagai upaya kerja keras semua pihak.
“Berbagai infrastruktur sudah kita siapkan, sebagai daya dukung untuk peningkatan perekonomian masyarakat,” imbuhnya. (luthfi)
























