SATELITNEWS.COM, SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang mencatat, peristiwa kebakaran yang terjadi sejak Januari sampai Agustus 2023 terdapat sebanyak 58 kasus. Dari jumlah tersebut, paling banyak adalah kebakaran lahan yang terjadi di bulan Agustus.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), untuk peristiwa kebakaran pada Januari terdapat 6 kasus kebakaran, meliputi kebakaran pemukiman sebanyak 3 kejadian, kebakaran lahan 1 kejadian dan lain lain 2 kejadian. Bulan Februari terdapat dua kejadian kebakaran, antara lain kebakaran industri 1 kejadian dan lain lain 1 kejadian.
Kemudian bulan Maret, kebakaran pemukiman 1 kejadian, kebakaran industri 1 kejadian dan lain lain 6 kejadian. Bulan Apri, kebakaran pemukiman 1 kejadian, kebakaran lahan 5 kejadian dan lain lain 6 kejadian
Pada bulan Juni kebakaran pemukiman 2 kejadian, kebakaran industri 1 kejadian dan lain lain 3 kejadian. Selanjutnya pada bulan juli kebakaran pemukiman 2 kejadian, kebakaran industri 1 kejadian, kebakaran lahan 3 kejadian. Agustus kebakaran pemukiman 1 kejadian, kebakaran lahan 12 kejadian dan lain lain 1 kejadian.
Operator Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, Jhony E Wangga mengatakan, berdasarkan laporan yang diterimanya sejak periode Januari sampai Agustus ini peristiwa kebakaran lahan yang paling banyak ditangani oleh Damkar BPBD Kabupaten Serang.
Adapun penyebab kebakaran tersebut bervariatif. Ada yang diakibatkan pembakaran sampah oleh warga, ada yang tidak diketahui, ada yang sengaja, ada dari puntung rokok dan bisa jadi dari suhu panas.
“Tapi sejauh ini dari sekian banyak peristiwa kebakaran yang terjadi, tidak ada yang sampai menelan korban jiwa,” kata Jhoni, Senin (28/8/2023).
Disinggung mengenai sebaran wilayah yang paling banyak terjadi peristiwa kebakaran lahan, Jhoni mengungkapkan bahwa dari data yang dimilikinya sebaran peristiwa kebakaran lahan yaitu ada di 11 Kecamatan.
“Ciruas 4 kejadian, Carenang 1 kejadian, Kramatwatu 5 Kejadian, Binuang 1 kejadian, Bojonegara 2 kejadian, Waringinkurung 1 kejadian, Cikande 1 kejadian,Tanara 1 kejadian, Kragilan 4 kejadian, Kibin 1 kejadian dan Jawilan 2 kejadian,” pungkasnya. (sidik)

















