SATELITNEWS.COM, SERANG–Penerimaan Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di tiga Kecamatan di Kabupaten Serang yakni, Kecamatan Ciomas, Tanara dan Bojonegara, sangat rendah. Rendahnya penerimaan pajak tersebut, karena menunggu kebijakan tanpa adanya biaya administrasi pembayaran PBB.
Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang, Ikhwanussofa mengatakan, jika dilihat secara capaian target keseluruhan PBB-P2 yaitu, sudah mencapai 83,92 persen atau senilai Rp104.89 Miliar atau melampaui target 75 persen pada triwulan ketiga.
“Jadi realisasinya, terdiri dari yang berjalan tahun ini Rp96,6 Miliar dan penerimaan atas piutang Rp 8,26 Miliar,” kata Ikhwanusofa, saat evaluasi PBB-P2 di ruang rapat TB Suwandi Pemkab Serang, Rabu (27/9/2023).
Namun kata Ikwanussofa, jika dilihat berdasarkan ketetapan buku 4 dan 5 atau nilai ketetapan pajaknya diatas Rp2,5 Juta, itu capaiannya sudah Rp87 Miliar dari total nilai ketetapan Rp104 Miliar. Sementara yang menjadi pekerjaan rumah adalah, buku 1,2 dan 3 dari total ketetapan Rp24,7 Miliar ini baru tercapai Rp9,3 Miliar.
“Tadi ada beberapa masukan dari camat dan kepala desa sudah kita inventarisir, memang ada beberapa kendala yang menjadi hambatan terkait dengan capaian saat ini. Pertama yang kami cermati memang ada kecenderungan menunggu batas jatuh tempo, jadi batas jatuh temponya 31 Oktober,” tuturnya.
Kemudian kendala kedua adalah, adanya skema pembayaran yang berubah, dimana dulu membayar PBB tanpa biaya administrasi, namun pada tahun ini membayar PBB melalui BJB dengan biaya administrasi.
Baca Juga: Satgas Pungli Ketenagakerjaan Kabupaten Serang Datangi Dua Perusahaan, Ini Tujuannya
“Ini sudah menjadi ketentuan BJB dan itu sudah tertuang dalam kerjasama, namun ada solusi yang sudah kita bicarakan dengan BJB, untuk mengatasi kendala tersebut kita buka payment online sistem BJB, jadi pos PBB untuk menerima pembayaran secara kolektif, dimana ketika masyarakat desa atau kecamatan mennggunakan layanan tersebut maka dibebaskan dari biaya administrasi,” tuturnya.
Disinggung mengenai kecamatan yang capain penerimaan PBB paling rendah, kata Ikhwanusofa ada tiga kecamatan, yakni Ciomas, Tanara dan Bojonegara.
“Untuk capaian Ciomas baru 8 persen, Tanara 25,3 persen dan Bojonegara 29,3 persen,” pungkasnya. (sidik)
