SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tengah berupaya dalam menangani krisis air bersih di sejumlah wilayah. Sampai saat ini tercatat kurang lebih ada 4 wilayah dan 1.500 kepala keluarga yang terdampak kekeringan.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyebut pihaknya sedang menyiapkan tempat penampungan air bersih atau toren. Kata dia, sebanyak 50 toren akan disebar untuk membantu masyarakat melewati musim kemarau yang berdampak keringnya sumber air warga.
“Jadi saat ini terdeteksi paling tidak kecamatan Setu yang paling utama, paling banyak mengalami kekeringan. Kurang lebih ada 1.500 KK yang terdampak,” ujarnya.
Menurut Benyamin, pihaknya memiliki sejumlah penanganan krisis air. Mulai dari jangka pendek hingga menengah. Untuk jangka pendek, 3 sampai 4 tangki air disuplai setiap harinya.
“Kalau sekarang ini kurang lebih 3 atau 4 tanki air yang kita suplai. Tapi PT Pich siap sampai 10 tangki air setiap hari, itu jangka pendeknya. Jangka menengahnya saya minta disurvei untuk dilakukan pembuatan sumur artesis, tapi yang utama bukan itu, baik dari tangki air, maupun dari sumur dalam tadi disimpan dulu di dalam toren yang kapasitasnya 2.000 liter,” bebernya.
“Dinas Cipta Karya siap sampai 50 toren. Tinggal tergantung kebutuhannya berapa itu nanti disurvei. Di bulan ini sudah siap tinggal nanti mau pasang dan itu sifatnya bisa mobile,” sambungnya.
Namun, jelas Benyamin, walaupun terdapat beberapa wilayah yang kekeringan, Kecamatan Setu diprioritaskan yang merupakan titik-titik krisis air bersih terparah.
“Diutamakan di kecamatan Setu, titik titik kritis itu tadi. Ada Pondok Aren, cuma lebih kepada mesin pompa airnya itu rusak. Jadi airnya gantian. Kalau krisis air bawah tanahnya engga sih. Cuma itu tetap kita layani. Kalau ada wilayah lain membutuhkan suplai air bersih akan kita layani,” pungkasnya. (eko)
Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.
























