SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Dua kelompok pelajar terlibat tawuran di Jalan Raya Rawa Buntu, Cilenggang, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) pada Rabu (4/10) lalu. Seusai melakukan aksi tersebut, kedua kelompok dipertemukan kembali.
Masing-masing di antara mereka menandatangani surat perjanjian damai.
Perdamaian itu dimediasi komunitas Tangsel Bersatu. Komunitas tersebut berhasil melacak keberadaan para pelajar yang terlibat tawuran.
Ketua Tangsel Bersatu Muhamad Aprilyandi menceritakan awal mula peristiwa tersebut. Kata dia, bentrokan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Dari rekaman vidio yang diterima, nampak puluhan siswa SMP berseragam lengkap berkelahi di sisi jalan sebelah kiri. Tidak berselang lama, seorang pengendara berpakaian TNI yang melintas berhasil membubarkan kelompok tersebut.
“Kalau untuk kronologi menurut keterangan dari masyarakat mereka ini awalnya main sindir-sindiran di medsos, akun-akun palsu. Mereka janjian, terjadilah di daerah kawasan BSD,” ujarnya saat dimintai keterangan, Kamis (5/10).
Masih di hari yang sama, kata Muhamad, pihaknya berhasil membawa kedua kelompok untuk melakukan pernyataan sikap dengan membuat surat kuasa perjanjian yang dihadiri masing-masing wali ataupun orang tua. Apabila terbukti melanggar, akan diperkarakan ke pihak berwajib.
Muhamad menegaskan pihaknya mengedepankan mediasi untuk mengatasi persoalan tawuran tersebut. Apalagi, jika pelakukan masih pelajar SMP. Komunitas Tangsel Bersatu akan menggandeng orang tua pelaku dan mencari jalan tengah dari perselisihan yang terjadi.
Menurut dia, sangat penting untuk memberikan pemahaman sedini mungkin kepada para pelajar agar tidak terlibat tawuran lagi di kemudian hari. Muhamad menegaskan apabila sudah masuk ke ranah hukum maka sudah bukan lagi tanggung jawab pihaknya.
“Poinnya jangan sampai kasus mereka ini masuk ke ranah hukum, dalam arti jangan sampai pihak kepolisian yang langsung menangani. Karena kalau urusannya langsung sama polisi itu sudah beda lagi. Sudah bukan ranah kita,” katanya.
“Kami melindungi teman-teman yang sekiranya masih bisa kita tolong. Dalam arti mereka ini masih belum bisa mikir panjang sebelum melakukan tindakan seperti tawuran. Nah kalau untuk pelajar biasanya kita mediasi. Kebetulan untuk kejadian kemarin itu, kejadian sore jam 4 akhirnya kita cari ketemu dua kelompok kita kumpulin. Tapi kita disitu juga ada wali masing-masing kelompok perwakilan,” bebernya. (eko)