SATELITNEWS.COM, GUNUNG KALER — Delapan hektare lahan persawahan dan lahan kosong di Kampung Gaga Lor, Desa Oyam, Kecamatan Gunung Kaler, ludes terbakar, Selasa (10/10). Kebakaran itu diduga disebabkan adanya oknum yang sedang membakar jerami.
Salah satu Warga Kampung Gaga Lor, Desa Oyam, Kecamatan Gunung Kaler, Amrizal (68) menjelaskan, bahwa kebakaran itu terjadi pada Senin (9/10) pukul 17.50 WIB. Ketika salah seorang warga setempat, sedang membakar jerami kering hasil panen padi di kawasan persawahan setempat.
Saat dibakar, lanjut Amrizal, ternyata api tersebut menjalar ke seluruh rerumputan kering. Karena, musim kemarau, api sangat mudah membesar. Akhirnya, api membakar seluruh lahan di sekitar, dengan kurang lebih 8 hektare.
“Perkiraan ada sekitar delapan hektar lah yang terbakar. Kejadian itu sudah dari kemarin sore sekitar pukul 17.50 WIB, terus api tiba-tiba besar,” terang Amrizal kepada Satelit News, Selasa (10/10).
Lanjut Amrizal, kebakaran yang melanda delapan hektare lahan kosong tersebut telah berlangsung selama hampir 24 jam. Kata dia, api yang sebelumnya mati, karena tertiup angin maka menyala kembali. Bahkan musibah kebakaran itu hampir merambat ke permukiman warga sekitar.
“Api sempat mati sebentar. Karena angin kencang, api itu nyala lagi dan membesar dengan merambat ke permukiman warga,” tuturnya.
Baca Juga: Petani Gunung Kaler dan DPKP Dukung Panen Padi Nusantara 1 Juta Hektar
Amrizal mengungkapkan, dengan lokasi kebakaran yang berada di lahan terbuka dan jauh dari sumber air, menjadi kendala warga dan petugas dalam pemadaman api. Terlebih lagi, angin bertiup kencang membuat kobaran api semakin cepat melahap lahan kosong tersebut.
“Api sulit dipadamkan karena ketiup angin cukup kencang. Ditambah kita sulit mengakses air karena di wilayah kami lagi dilanda kemarau,” ujarnya.
Ia mengaku sebelum dapat ditangani petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, warga setempat merasa resah karena khawatir api kembali menyala dan bisa membakar rumah terdekat.
“Semalam kita nggak bisa tidur, khawatir api sampai rumah. Tapi mudah-mudahan setelah sekarang padam kita bisa kembali tenang,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengungkapkan, bahwa dalam penanganan kebakaran lahan itu, pihaknya telah menerjunkan sebanyak 10 personel dengan dua unit kendaraan pemadam kebakaran dari Balaraja dan Kronjo.
“Dalam hal ini kita kerahkan dua unit mobil pemadam dari Posko Balaraja dan Kronjo. Dan alhamdulilah sekarang api sudah padam,” katanya.
Baca Juga: Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, EcoSuLe Siap Tebar 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai
Ujat menyebut, untuk di lokasi saat ini, titik api dipastikan telah dipadamkan sekitar 90 persen. Namun kondisi di lokasi masih sangat rawan terjadinya kebakaran kembali. Karena situasi angin di kawasan itu cukup kencang, dan banyak rumput kering yang sangat mudah terbakar.
“Dari laporan api sudah padam. Namun, karena kondisi disana anginnya kencang, kemungkinan titik api yang belum sepenuhnya padam bisa kembali nyala,” tuturnya.
Kendati demikian, pihaknya mengimbau kepada masyarakat di sekitar lokasi lahan kebakaran untuk tetap siaga. Serta dapat melaporkan dengan cepat kepada pihaknya jika menemukan kobaran api.
“Kita siap siaga 24 jam. Kita juga sudah koordinasi dengan camat, Kades setempat untuk memantau kondisi terkini di lokasi,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















